Lagu Tombo Ati dan Tips Menjaga Kesehatan Jiwa
Tim langit 7
Senin, 06 Januari 2025 - 04:15 WIB
ilustrasi
Dalam proses perkembangan manusia menjadi individu yang dewasa, akan menghadapi banyak tantangan yang dapat menimbulkan stres. Salah satu penyebab stres misalnya karena tekanan persoalan dan gaya hidup.
Catatan Kementerian Kesehatan mengungkapkan masalah gangguan kejiwaan yang dialami masyarakat Indonesia mencapai 20 persen. Artinya, ada 1 dari 5 penduduk Indonesia yang memiliki gangguan kejiwaan.
Sayangnya, permasalahan ini masih belum dianggap serius oleh kebanyakan orang. Padahal, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan tubuh. Sebab, jiwa yang sehat tentu bisa membuat seseorang menjadi lebih produktif.
Kesehatan mental juga bisa mempengaruhi kesehatan fisik. Kebanyakan dari mereka yang punya optimisme tinggi, memiliki jantung yang lebih sehat dan bahkan dapat menurunkan laju perkembangan penyakit.
Faktor lainnya yang memengaruhi tingkat stres seperti tidak ada rasa kepuasan hidup dan kebahagiaan, penyakit, percintaan, pekerjaan, lingkungan sosial, bullying, status sosial ekonomi, atau berat badan.
Dosen Psikologi dari Universitas Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Maya Septia menjelaskan sebenarnya ilmu psikologi sejalan dengan ajaran agama Islam terkait kesehatan jiwa yang menekankan pada aspek pemenuhan kognitif dan biologis.
"Tinggal bagaimana seseorang itu mau menerapkan konsepnya atau tidak untuk hidup mereka, walaupun terkadang manusia sering 'denail' atau menyangkal," katanya.
Catatan Kementerian Kesehatan mengungkapkan masalah gangguan kejiwaan yang dialami masyarakat Indonesia mencapai 20 persen. Artinya, ada 1 dari 5 penduduk Indonesia yang memiliki gangguan kejiwaan.
Sayangnya, permasalahan ini masih belum dianggap serius oleh kebanyakan orang. Padahal, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan tubuh. Sebab, jiwa yang sehat tentu bisa membuat seseorang menjadi lebih produktif.
Kesehatan mental juga bisa mempengaruhi kesehatan fisik. Kebanyakan dari mereka yang punya optimisme tinggi, memiliki jantung yang lebih sehat dan bahkan dapat menurunkan laju perkembangan penyakit.
Faktor lainnya yang memengaruhi tingkat stres seperti tidak ada rasa kepuasan hidup dan kebahagiaan, penyakit, percintaan, pekerjaan, lingkungan sosial, bullying, status sosial ekonomi, atau berat badan.
Dosen Psikologi dari Universitas Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Maya Septia menjelaskan sebenarnya ilmu psikologi sejalan dengan ajaran agama Islam terkait kesehatan jiwa yang menekankan pada aspek pemenuhan kognitif dan biologis.
"Tinggal bagaimana seseorang itu mau menerapkan konsepnya atau tidak untuk hidup mereka, walaupun terkadang manusia sering 'denail' atau menyangkal," katanya.