Menko PMK Tinjau Langsung Kondisi Dapur Makan Bergizi Gratis Perdana
Tim langit 7
Senin, 06 Januari 2025 - 15:58 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PMK), Muhaimin Iskandar (Gus Imin) meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) perdana di kawasan Kabayunan, Tapos, Kota Depok,
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PMK), Muhaimin Iskandar (Gus Imin) meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) perdana di kawasan Kabayunan, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (6/1/2025). Selain berbincang dengan siswa, Gus Imin juga menyempatkan diri meninjau kondisi dapur program MBG.
Mengenakan kemeja putih, celana hitam dan topi abu-abu berlogo burung garuda, Gus Imin tak segan memeriksa kotak-kotak makan berbahan stainless. Untuk memastikan kebersihan dan sterilisasi, Cak Imin mengenakan penutup kepala (shower cap) dan masker medis berwarna hijau.
“Ini kan tempe, terus kurang apa lagi lauk yang belum dimasukkan?,” kata Gus Imin kepada salah satu petugas saat melihat kotak makan belum yang belum semuanya diisi lauk.
Petugas yang bertugas sigap menjawab jika kotak makanan berukuran 25x20 centimeter itu itu tidak hanya diisi tempe tapi akan dilengkapi lauk ayam teriyaki. Dapur Kabayun yang dikunjungi Gus Imin ini merupakan salah satu dari lima dapur yang terlibat dalam program MBG yang bertanggungawab mendistribusikan sekitar 16.000 porsi.
Baca juga:Lanud Husein Sastranegara Dijadikan Dapur Umum atau SPPG Program Makan Bergizi Gratis
Dapur yang mempekerjakan 46 pegawai ini akan mendistribusikan MBG ke siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA serta ibu hamil dan balita. Ada 46 pegawai yang diperkerjakan Dapur Kabayun ini. “Dapur ini paling siap dari segi standar, kapasitas dan dari segi sumber daya manusia. Ini contoh standar dapur yang baik yang harus dijaga standarnya,” ujar Gus Imin.
Dia mengungkapkan kunjungan program perdana MBG merupakan cara mensukseskan sekaligus mengawasi jalannya hari perdana pemberian makanan bergizi gratis dari pemerintah. “Ini bagian dari upaya terus perbaikan agar nanti semua sesuai dengan standar,” kata Cak Imin.
Mengenakan kemeja putih, celana hitam dan topi abu-abu berlogo burung garuda, Gus Imin tak segan memeriksa kotak-kotak makan berbahan stainless. Untuk memastikan kebersihan dan sterilisasi, Cak Imin mengenakan penutup kepala (shower cap) dan masker medis berwarna hijau.
“Ini kan tempe, terus kurang apa lagi lauk yang belum dimasukkan?,” kata Gus Imin kepada salah satu petugas saat melihat kotak makan belum yang belum semuanya diisi lauk.
Petugas yang bertugas sigap menjawab jika kotak makanan berukuran 25x20 centimeter itu itu tidak hanya diisi tempe tapi akan dilengkapi lauk ayam teriyaki. Dapur Kabayun yang dikunjungi Gus Imin ini merupakan salah satu dari lima dapur yang terlibat dalam program MBG yang bertanggungawab mendistribusikan sekitar 16.000 porsi.
Baca juga:Lanud Husein Sastranegara Dijadikan Dapur Umum atau SPPG Program Makan Bergizi Gratis
Dapur yang mempekerjakan 46 pegawai ini akan mendistribusikan MBG ke siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA serta ibu hamil dan balita. Ada 46 pegawai yang diperkerjakan Dapur Kabayun ini. “Dapur ini paling siap dari segi standar, kapasitas dan dari segi sumber daya manusia. Ini contoh standar dapur yang baik yang harus dijaga standarnya,” ujar Gus Imin.
Dia mengungkapkan kunjungan program perdana MBG merupakan cara mensukseskan sekaligus mengawasi jalannya hari perdana pemberian makanan bergizi gratis dari pemerintah. “Ini bagian dari upaya terus perbaikan agar nanti semua sesuai dengan standar,” kata Cak Imin.