Susu Nabati Disebut Dapat Tingkatkan Risiko Depresi
Fajar adhitya
Kamis, 09 Januari 2025 - 19:14 WIB
(Foto: Freepik.com)
LANGIT7.ID-Jakarta; Studi terbaru, para peneliti menemukan bahwa minum alternatif susu berbasis tanaman, seperti susu kedelai, oat, dan almond, dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi. Sementara susu sapi semi-skim dapat menawarkan manfaat perlindungan.
Melansir dari Medical Daily,, produk susu merupakan bagian penting dari pola makan manusia, dikonsumsi oleh lebih dari 6 miliar orang di seluruh dunia. Susu merupakan makanan padat nutrisi yang kaya akan laktosa, lipid, protein, dan mineral, yang semuanya berperan penting dalam menjaga kesehatan manusia.
Analisis lebih lanjut menunjukkan risiko depresi yang 17 persen lebih rendah dan risiko kecemasan yang 29 persen lebih rendah bagi mereka yang mengonsumsi susu semi-skim.
"Setelah koreksi Bonferroni, analisis MR 2 sampel mengungkapkan hubungan kausal yang berpotensi melindungi antara susu semi-skim dan depresi,"ujar para peneliti.
Para peneliti menjelaskan bahwa manfaat susu semi-skim bagi kesehatan mental disebabkan oleh kandungan asam lemak tak jenuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu skim penuh, yang menawarkan perlindungan otak yang lebih besar, yang berpotensi mengurangi risiko depresi dan kecemasan.
Seiring dengan semakin populernya alternatif susu nabati, penelitian menunjukkan bahwa susu nabati mungkin tidak selalu menjadi pilihan yang paling sehat. Banyak dari produk ini mengandung aditif dan pengemulsi, yang membuatnya memenuhi syarat sebagai makanan ultra-olahan.
Penelitian telah menunjukkan bahwa pengemulsi tertentu dapat mengubah mikrobioma usus dan meningkatkan peradangan usus, yang berpotensi meningkatkan risiko kanker usus besar.(*)
Melansir dari Medical Daily,, produk susu merupakan bagian penting dari pola makan manusia, dikonsumsi oleh lebih dari 6 miliar orang di seluruh dunia. Susu merupakan makanan padat nutrisi yang kaya akan laktosa, lipid, protein, dan mineral, yang semuanya berperan penting dalam menjaga kesehatan manusia.
Analisis lebih lanjut menunjukkan risiko depresi yang 17 persen lebih rendah dan risiko kecemasan yang 29 persen lebih rendah bagi mereka yang mengonsumsi susu semi-skim.
"Setelah koreksi Bonferroni, analisis MR 2 sampel mengungkapkan hubungan kausal yang berpotensi melindungi antara susu semi-skim dan depresi,"ujar para peneliti.
Para peneliti menjelaskan bahwa manfaat susu semi-skim bagi kesehatan mental disebabkan oleh kandungan asam lemak tak jenuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu skim penuh, yang menawarkan perlindungan otak yang lebih besar, yang berpotensi mengurangi risiko depresi dan kecemasan.
Seiring dengan semakin populernya alternatif susu nabati, penelitian menunjukkan bahwa susu nabati mungkin tidak selalu menjadi pilihan yang paling sehat. Banyak dari produk ini mengandung aditif dan pengemulsi, yang membuatnya memenuhi syarat sebagai makanan ultra-olahan.
Penelitian telah menunjukkan bahwa pengemulsi tertentu dapat mengubah mikrobioma usus dan meningkatkan peradangan usus, yang berpotensi meningkatkan risiko kanker usus besar.(*)
(lam)