Kolaborasi Honda-Nissan: Siap Hadirkan SUV Mewah dan Teknologi Mobil Listrik 2026
Nabil
Kamis, 09 Januari 2025 - 22:32 WIB
Kolaborasi Honda-Nissan: Siap Hadirkan SUV Mewah dan Teknologi Mobil Listrik 2026
LANGIT7.ID-Jakarta; Honda dan Nissan belum lama ini resmi menandatangani perjanjian merger yang akan rampung pada Agustus 2026. Langkah strategis ini diambil menyusul kondisi finansial Nissan yang mengalami tekanan di penghujung 2024. Kedua pabrikan otomotif terkemuka ini akan beroperasi di bawah satu perusahaan induk untuk memperkuat dominasi mereka di pasar global.
Dalam sesi diskusi media di ajang CES, Direktur dan Wakil Presiden Eksekutif Honda Motor Company, Noriya Kaihara, mengungkapkan strategi menarik hasil kolaborasi ini.
Baca juga: Merger Honda-Nissan: CEO Ungkap Keraguan Soal Rencana Penggabungan Raksasa Otomotif
"Di pasar Amerika Serikat, Nissan memiliki lini kendaraan besar yang belum ada di jajaran produk kami," ujarnya. Kaihara merujuk pada SUV premium seperti Nissan Armada dan varian mewahnya Infiniti QX80, yang dimensinya jauh melampaui Honda Pilot - SUV terbesar Honda saat ini di Amerika.
Sebagai langkah awal, Honda berencana mengadopsi platform kendaraan Nissan. "Dalam waktu dekat, kami bisa melakukan pertukaran model. Ke depannya, pengembangan kendaraan baru akan dilakukan bersama," jelas Kaihara.
Meski demikian, ia menekankan bahwa identitas merek Honda akan tetap dipertahankan dan tidak akan melebur dengan Nissan.
Dalam sesi diskusi media di ajang CES, Direktur dan Wakil Presiden Eksekutif Honda Motor Company, Noriya Kaihara, mengungkapkan strategi menarik hasil kolaborasi ini.
Baca juga: Merger Honda-Nissan: CEO Ungkap Keraguan Soal Rencana Penggabungan Raksasa Otomotif
"Di pasar Amerika Serikat, Nissan memiliki lini kendaraan besar yang belum ada di jajaran produk kami," ujarnya. Kaihara merujuk pada SUV premium seperti Nissan Armada dan varian mewahnya Infiniti QX80, yang dimensinya jauh melampaui Honda Pilot - SUV terbesar Honda saat ini di Amerika.
Sebagai langkah awal, Honda berencana mengadopsi platform kendaraan Nissan. "Dalam waktu dekat, kami bisa melakukan pertukaran model. Ke depannya, pengembangan kendaraan baru akan dilakukan bersama," jelas Kaihara.
Meski demikian, ia menekankan bahwa identitas merek Honda akan tetap dipertahankan dan tidak akan melebur dengan Nissan.