Pameran Tribut untuk Hardi Digelar, Putra Mendiang Terharu Membayangkan Sang Ayah
Lusi mahgriefie
Sabtu, 11 Januari 2025 - 09:15 WIB
Putra mendiang perupa Hardi, Jibril Fitra Erlangga menilai pameran ini merupakan sebuah penghormatan tersendiri bagi mendiang ayahnya. Foto: dok. Kemenbud
Pameran bertajuk Jejak Perlawanan “Sang Presiden 2001” Tribut untuk Hardi (1951-2023) yang tengah digelar merupakan inisiasi dari Kementerian Kebudayaan RI. Atas hal tersebut, putra mendiang Hardi, Jibril Fitra Erlangga pun merasa terharu.
Menurut Jibril, pameran ini merupakan sebuah penghormatan tersendiri bagi mendiang ayahnya. “Pameran ini akan membuat mendiang ayahnya bahagia di alam sana,” ungkapnya pada momen pembukaan pameran di Plaza Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (9/1).
Pembukaan pameran resmi dilakukan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta dihadiri juga oleh pejabat di lingkungan Kemenbud, perwakilan duta besar dari Ceko, Filipina, dan Peru, keluarga Hardi, para seniman dan masyarakat pecinta seni dan budaya.
Baca juga:Kementerian Kebudayaan Gelar Pameran Jejak Perlawanan “Sang Presiden 2001” Tribut untuk Hardi
Dalam sambutan pembukaan pameran, Menteri Fadli menyampaikan harapannya agar seni rupa modern Indonesia tidak hanya menjadi wadah ekspresi individu, tetapi juga alat pembangun dialog antarbangsa, pelestari identitas budaya, dan pendorong perubahan sosial yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan.
"Setahun sudah Hardi berpulang. Namun karyanya tetap abadi, menjadi inspirasi bagi kita semua dalam meningkatkan kreativitas, mewarnai dinamika perjalanan seni bangsa Indonesia. Sebagai salah seorang kolektor karya Hardi dan kawan dalam perjalanan kebudayaan, saya menyaksikan Hardi yang terus berkarya dengan semangat dan sepenuh hati baik melalui karya dan tulisannya," kenangnya.
Menteri Fadli Zon kemudian menyebutkan jika sosok Hardi mengajarkan kita bahwa seni adalah alat untuk menyuarakan keadilan, menggerakkan perubahan, dan membangun peradaban yang lebih manusiawi.
Menurut Jibril, pameran ini merupakan sebuah penghormatan tersendiri bagi mendiang ayahnya. “Pameran ini akan membuat mendiang ayahnya bahagia di alam sana,” ungkapnya pada momen pembukaan pameran di Plaza Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (9/1).
Pembukaan pameran resmi dilakukan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta dihadiri juga oleh pejabat di lingkungan Kemenbud, perwakilan duta besar dari Ceko, Filipina, dan Peru, keluarga Hardi, para seniman dan masyarakat pecinta seni dan budaya.
Baca juga:Kementerian Kebudayaan Gelar Pameran Jejak Perlawanan “Sang Presiden 2001” Tribut untuk Hardi
Dalam sambutan pembukaan pameran, Menteri Fadli menyampaikan harapannya agar seni rupa modern Indonesia tidak hanya menjadi wadah ekspresi individu, tetapi juga alat pembangun dialog antarbangsa, pelestari identitas budaya, dan pendorong perubahan sosial yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan.
"Setahun sudah Hardi berpulang. Namun karyanya tetap abadi, menjadi inspirasi bagi kita semua dalam meningkatkan kreativitas, mewarnai dinamika perjalanan seni bangsa Indonesia. Sebagai salah seorang kolektor karya Hardi dan kawan dalam perjalanan kebudayaan, saya menyaksikan Hardi yang terus berkarya dengan semangat dan sepenuh hati baik melalui karya dan tulisannya," kenangnya.
Menteri Fadli Zon kemudian menyebutkan jika sosok Hardi mengajarkan kita bahwa seni adalah alat untuk menyuarakan keadilan, menggerakkan perubahan, dan membangun peradaban yang lebih manusiawi.