home masjid

Kisah Waraqah bin Naufal Menangis Menyaksikan Bilal bin Rabah Disiksa Kafir Quraisy

Ahad, 12 Januari 2025 - 04:55 WIB
Demi Allah! Bila Anda membunuhnya dalam kondisi demikian, aku akan jadikan kuburannya tempat keramat untuk dikunjungi peziarah, rintih Waraqah. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID -- Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushay al-Qurasyi adalah seorang imam Arab dan sepupu tertua dari jalur ayah Sayyidah Khadijah, istri Nabi Muhammad. Waraqah diperkirakan meninggal pada tahun 610 M, tidak lama setelah Muhammad menerima wahyu pertamanya.

Beliau beragama Nasrani yang tinggal di Makkah. Seorang imam Nestorian dan dihormati dalam tradisi Islam untuk menjadi salah satu hanif pertama yang percaya kenabian Muhammad. Dia mengetahui tentang kenabian Muhammad dari Injil. Ketika dia dibacakan tentang Surah Al-'Alaq, ia mengetahui bahwa Muhammad telah diangkat menjadi seorang nabi.

Sejak muda, Waraqah tekun mempelajari Injil dan manuskrip-manuskrip kuno Nestorian yang di antaranya meramalkan kedatangan seorang nabi baru.

Dikisahnya, Waraqah bin Naufal menangisi Bilal bin Rabah ketika budak berkulit hitam itu disiksa orang-orang kafir Quraisy gara-gara masuk Islam. Waraqah takjub akan kegigihan Bilal.

“Demi Allah! Bila Anda membunuhnya dalam kondisi demikian, aku akan jadikan kuburannya tempat keramat untuk dikunjungi peziarah,” rintih Waraqah kepada Umayyah bin Khalaf, majikan Bilal bin Rabah.

Baca juga: Kisah Bilal Memejamkan Mata ketika Umar bin Khattab Menyebut Dirinya sebagai Pemimpin Kita

Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya berjudul "Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah" menceritakan tangisan dan ucapan Waraqah bin Naufal saat menyaksikan penyiksaan Bilal bin Rabah itu tak membuat Umayyah dan kaum kafir Quraisy melunak.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya