Ini Penyebab Lambatnya Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia
Mahmuda attar hussein
Senin, 20 September 2021 - 18:22 WIB
Ilustrasi lambatnya perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Foto: Langit7/Istock
Pemerintah berkomitmen dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air. Indonesia ditargetkan menjadi pusat halal dunia.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika, kominfo.go.id, disebutkan bahwa salah satu strategi untuk meningkatkan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air adalah dengan penggabungan tiga bank syariah milik Himpunan Bank Negara (Himbara). Di antaranya BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri, menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).
Menurut Wakil Presiden Ma’ruf Amin, hal itu dilakukan agar bank syariah bisa melayani transaksi, baik dalam ranah domestik maupun global. Selain itu, pihaknya juga berfokus dalam pengembangan industri produk halal.
“Juga pengelolaan dana wakaf yang saat ini masih diperuntukkan 3M, yakni Masjid, Madrasah, dan Makam. Itulah wakaf kita selama ini, padahal wakaf uang ini potensinya lebih besar,” katanya.
Baca juga:Potensi Besar tapi Pertumbuhan Lamban, Perlu Strategi Tepat Kembangkan Ekonomi Syariah
Walaupun mengalami pertumbuhan grafik yang cukup baik, tapi ekonomi syariah di Indonesia masih belum berkembang secara optimal. Di mana pertumbuhan ekonomi syariah sendiri masih sekitar 7-8 persen, sedangkan untuk keuangan syariah baru sekitar 6-7 persen.
Dilansir ibec-febui.com, berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan lambatnya perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air. Di antarnya:
Dikutip dari laman resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika, kominfo.go.id, disebutkan bahwa salah satu strategi untuk meningkatkan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air adalah dengan penggabungan tiga bank syariah milik Himpunan Bank Negara (Himbara). Di antaranya BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri, menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).
Menurut Wakil Presiden Ma’ruf Amin, hal itu dilakukan agar bank syariah bisa melayani transaksi, baik dalam ranah domestik maupun global. Selain itu, pihaknya juga berfokus dalam pengembangan industri produk halal.
“Juga pengelolaan dana wakaf yang saat ini masih diperuntukkan 3M, yakni Masjid, Madrasah, dan Makam. Itulah wakaf kita selama ini, padahal wakaf uang ini potensinya lebih besar,” katanya.
Baca juga:Potensi Besar tapi Pertumbuhan Lamban, Perlu Strategi Tepat Kembangkan Ekonomi Syariah
Walaupun mengalami pertumbuhan grafik yang cukup baik, tapi ekonomi syariah di Indonesia masih belum berkembang secara optimal. Di mana pertumbuhan ekonomi syariah sendiri masih sekitar 7-8 persen, sedangkan untuk keuangan syariah baru sekitar 6-7 persen.
Dilansir ibec-febui.com, berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan lambatnya perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air. Di antarnya: