8 Metode Pengaturan Pikiran dari Jepang Agar Berhentii Overthinking
Fajar adhitya
Senin, 13 Januari 2025 - 19:14 WIB
(Foto: Freepik.com)
LANGIT7.ID-Jakarta; Jika terjebak dalam siklus pemikiran yang membuat cemas, yang menarik kita menjauh dari kenyataan, alias overthinking beberapa teknik Jepang mungkin dapat membantu. Metode-metode ini berfokus pada kesederhanaan, perhatian penuh, dan menerima ketidaksempurnaan hidup.
Mereka menawarkan cara yang menyegarkan untuk mengatur ulang pikiran dan menemukan kejernihan di tengah kekacauan. Berikut delapan metode mengatur pikiran dari Jepang dilansir dari Times of India.
1. Ikigai: temukan tujuan hidup
Ikigai adalah menemukan apa yang memberi makna pada hidup. Ini adalah konsep Jepang yang membantu mengidentifikasi apa yang Anda sukai, apa yang Anda kuasai, apa yang dibutuhkan dunia, dan untuk apa Anda dibayar.
Ketika Anda menemukan tujuan hidup, siklus berpikir berlebihan akan mulai mereda. Anda akan merasa lebih damai dan jelas tentang apa yang harus difokuskan.
2. Wabi-sabi: menerima ketidaksempurnaan
Wabi-sabi adalah filosofi Jepang yang merayakan ketidaksempurnaan dan sifat kehidupan yang sementara. Filosofi ini mendorong kita untuk menerima hal-hal yang tidak lengkap, usang, atau bahkan rusak.
Mereka menawarkan cara yang menyegarkan untuk mengatur ulang pikiran dan menemukan kejernihan di tengah kekacauan. Berikut delapan metode mengatur pikiran dari Jepang dilansir dari Times of India.
1. Ikigai: temukan tujuan hidup
Ikigai adalah menemukan apa yang memberi makna pada hidup. Ini adalah konsep Jepang yang membantu mengidentifikasi apa yang Anda sukai, apa yang Anda kuasai, apa yang dibutuhkan dunia, dan untuk apa Anda dibayar.
Ketika Anda menemukan tujuan hidup, siklus berpikir berlebihan akan mulai mereda. Anda akan merasa lebih damai dan jelas tentang apa yang harus difokuskan.
2. Wabi-sabi: menerima ketidaksempurnaan
Wabi-sabi adalah filosofi Jepang yang merayakan ketidaksempurnaan dan sifat kehidupan yang sementara. Filosofi ini mendorong kita untuk menerima hal-hal yang tidak lengkap, usang, atau bahkan rusak.