Krisis Keterjangkauan: Indonesia Masuk 4 Besar Negara dengan Harga Rumah Termahal Dibanding Pendapatan
Tim langit 7
Selasa, 14 Januari 2025 - 12:44 WIB
Krisis Keterjangkauan: Indonesia Masuk 4 Besar Negara dengan Harga Rumah Termahal Dibanding Pendapatan
LANGIT7.ID-Jakarta; Indonesia menghadapi tantangan serius dalam sektor properti residensial, dengan masuk dalam jajaran empat besar negara yang memiliki rasio harga rumah terhadap pendapatan tertinggi di dunia. Berdasarkan laporan terbaru dari Bestbrokers.com yang menganalisis 62 negara sepanjang tahun 2024, Indonesia mencatatkan rasio sebesar 48,35%, menunjukkan kesenjangan yang signifikan antara harga properti dan kemampuan finansial masyarakat.
Analisis yang dilakukan Bestbrokers.com menggunakan data harga rumah per meter persegi dalam denominasi dolar Amerika Serikat per 10 September 2024. Data ini kemudian dibandingkan dengan pendapatan rata-rata penduduk di masing-masing negara untuk mengukur tingkat keterjangkauan properti residensial.
Hasil studi menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam posisi yang mengkhawatirkan, di mana harga properti terus melambung tanpa diimbangi peningkatan pendapatan yang sepadan. Kondisi ini menciptakan tekanan besar bagi masyarakat yang bermimpi memiliki hunian sendiri.
Turki Memimpin Peringkat Ketidakterjangkauan Rumah Global
Dalam daftar yang sama, Turki menduduki posisi pertama sebagai negara dengan tingkat ketidakterjangkauan rumah tertinggi di dunia. Negara tersebut mencatatkan rasio yang sangat tinggi, mencapai 81,45% antara harga rumah dan pendapatan rata-rata masyarakatnya.
Posisi Indonesia yang berada di urutan keempat dengan rasio 48,35% menunjukkan situasi yang tidak kalah mengkhawatirkan. Angka ini mengindikasikan bahwa hampir setengah dari pendapatan rata-rata masyarakat Indonesia harus dialokasikan untuk membiayai hunian, situasi yang jauh dari ideal untuk kesehatan finansial rumah tangga.
Dampak dan Solusi untuk Masa Depan
Analisis yang dilakukan Bestbrokers.com menggunakan data harga rumah per meter persegi dalam denominasi dolar Amerika Serikat per 10 September 2024. Data ini kemudian dibandingkan dengan pendapatan rata-rata penduduk di masing-masing negara untuk mengukur tingkat keterjangkauan properti residensial.
Hasil studi menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam posisi yang mengkhawatirkan, di mana harga properti terus melambung tanpa diimbangi peningkatan pendapatan yang sepadan. Kondisi ini menciptakan tekanan besar bagi masyarakat yang bermimpi memiliki hunian sendiri.
Turki Memimpin Peringkat Ketidakterjangkauan Rumah Global
Dalam daftar yang sama, Turki menduduki posisi pertama sebagai negara dengan tingkat ketidakterjangkauan rumah tertinggi di dunia. Negara tersebut mencatatkan rasio yang sangat tinggi, mencapai 81,45% antara harga rumah dan pendapatan rata-rata masyarakatnya.
Posisi Indonesia yang berada di urutan keempat dengan rasio 48,35% menunjukkan situasi yang tidak kalah mengkhawatirkan. Angka ini mengindikasikan bahwa hampir setengah dari pendapatan rata-rata masyarakat Indonesia harus dialokasikan untuk membiayai hunian, situasi yang jauh dari ideal untuk kesehatan finansial rumah tangga.
Dampak dan Solusi untuk Masa Depan