Bak Drakor! Penangkapan Yoon Suk-yeol Libatkan 1.000 Personel, Ada Aksi Potong Kawat Berduri
Haris budiman
Kamis, 16 Januari 2025 - 08:57 WIB
Aksi memotong kawat berduri di kediaman Presdien Korsel Yoon Suk-yeol. (kredit foto: via BBC)
LANGIT7.ID, Seoul-Penangkapan Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol berlangsung seperti dalam cerita drama korea (Korea) tentang dinasti politik.
Penangkapan dilakukan pada Rabu (15/1/2025) sebelum fajar. Tim penyelidik dan polisi yang jauh lebih besar tiba di kediamannya di pusat kota Seoul, dipersenjatai dengan tangga untuk memanjat bus yang memblokir pintu masuk dan pemotong baut untuk melepas kawat berduri.
Petugas lain dalam tim penangkapan, yang berjumlah sekitar 1.000 orang, memanjat tembok dan mendaki jalan setapak di dekatnya untuk mencapai kediaman presiden.
Dalam tayangan potongan video tampak para penyelidik membongkar barikade dan memotong kawat berduri untuk membawanya ke dalam tahanan.
Setelah beberapa jam, pihak berwenang mengumumkan bahwa Yoon telah ditangkap.
BBC melaporkan, upaya kali ini berjalan sukses setelah sebelumnya para penyelidik dari Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) gagal menangkapnya pada tanggal 3 Januari setelah terkunci dalam kebuntuan selama enam jam dengan tim keamanannya.
Yoon Suk Yeol menjadi presiden pertama Korea Selatan (Korsel) yang ditangkap asat masih menjabat.
Penangkapan dilakukan pada Rabu (15/1/2025) sebelum fajar. Tim penyelidik dan polisi yang jauh lebih besar tiba di kediamannya di pusat kota Seoul, dipersenjatai dengan tangga untuk memanjat bus yang memblokir pintu masuk dan pemotong baut untuk melepas kawat berduri.
Petugas lain dalam tim penangkapan, yang berjumlah sekitar 1.000 orang, memanjat tembok dan mendaki jalan setapak di dekatnya untuk mencapai kediaman presiden.
Dalam tayangan potongan video tampak para penyelidik membongkar barikade dan memotong kawat berduri untuk membawanya ke dalam tahanan.
Setelah beberapa jam, pihak berwenang mengumumkan bahwa Yoon telah ditangkap.
BBC melaporkan, upaya kali ini berjalan sukses setelah sebelumnya para penyelidik dari Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) gagal menangkapnya pada tanggal 3 Januari setelah terkunci dalam kebuntuan selama enam jam dengan tim keamanannya.
Yoon Suk Yeol menjadi presiden pertama Korea Selatan (Korsel) yang ditangkap asat masih menjabat.