home global news

Bantuan Kemanusiaan Gaza Terhambat: 1.000 Truk Bantuan Menunggu di Perbatasan

Sabtu, 18 Januari 2025 - 05:00 WIB
Bantuan Kemanusiaan Gaza Terhambat: 1.000 Truk Bantuan Menunggu di Perbatasan
LANGIT7.ID-,Jakarta; Berbagai lembaga bantuan kemanusiaan siap menyalurkan bantuan ke Gaza setelah adanya kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas yang akan dimulai Minggu. Namun, mereka menghadapi tiga kendala besar: kerusakan infrastruktur, kebutuhan yang sangat besar, dan hilangnya keamanan di wilayah tersebut.

Joe Biden, Presiden Amerika Serikat, mengumumkan gencatan senjata pada Rabu. Menurutnya, ini akan membuka jalan masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat diperlukan warga Palestina.

Tom Fletcher, kepala urusan kemanusiaan PBB, menyebut ini sebagai "momen penuh harapan." Namun ia mengingatkan bahwa penyaluran bantuan ke para korban masih akan sangat sulit dilakukan.

Di Gaza sendiri, hampir seluruh penduduknya yang berjumlah 2,4 juta orang sudah terpaksa mengungsi minimal satu kali. Para pekerja bantuan khawatir jumlah bantuan yang ada tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka.

"Semuanya hancur. Anak-anak terlantar di jalan. Tidak bisa menentukan mana yang harus didahulukan," kata Amande Bazerolle, koordinator Doctors Without Borders (MSF) saat dihubungi dari Gaza, dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (18/1/2025).

Mohammed al-Khatib dari Medical Aid for Palestinians yang berada di Khan Younis, Gaza selatan, mengatakan tim bantuan lokal terus bekerja selama 15 bulan meski mereka sendiri harus mengungsi. "Semua orang sudah kelelahan," ujarnya.

Di pengungsian darurat yang tersebar di bekas sekolah, rumah hancur, dan area pemakaman, ratusan ribu pengungsi bahkan tidak punya terpal plastik untuk berlindung dari hujan dan angin dingin, kata Gavin Kelleher dari Norwegian Refugee Council.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya