Cegah Perayaan, Israel Terapkan Aturan Ketat saat Pembebasan Tahanan Palestina
Nabil
Sabtu, 18 Januari 2025 - 05:40 WIB
Cegah Perayaan, Israel Terapkan Aturan Ketat saat Pembebasan Tahanan Palestina
LANGIT7.ID-,Jakarta; Layanan Penjara Israel mengumumkan langkah baru pada Jumat untuk mencegah terjadinya perayaan publik ketika tahanan Palestina dibebaskan dalam kesepakatan gencatan senjata Gaza.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan, pihak penjara tengah menyiapkan pembebasan tahanan sebagai bagian dari pertukaran dengan warga Israel yang disandera di Gaza. Kantor perdana menteri menyebut proses ini akan dimulai hari Minggu.
Persiapan telah dimulai di dua lokasi penjara, yakni di dekat Yerusalem dan kota Ashkelon di wilayah selatan. Para tahanan yang akan dibebaskan sudah mulai dikumpulkan di kedua lokasi tersebut.
Komisaris Layanan Penjara Israel, Mayor Jenderal Kobi Yakobi, mengeluarkan perintah khusus terkait proses pembebasan ini. Pengawalan dari Penjara Shikma tidak akan menggunakan bus sipil milik Komite Palang Merah Internasional untuk mencegah perayaan publik di Ashkelon dan wilayah Israel lainnya.
Sebelumnya, Komite Palang Merah Internasional yang berpusat di Jenewa pernah mengawasi pertukaran tahanan pada November 2023. Saat itu, 105 sandera dari Gaza dibebaskan, termasuk 80 warga Israel yang ditukar dengan 240 tahanan Palestina.
Kali ini, transportasi akan ditangani oleh "unit khusus" dari layanan penjara. Yakobi juga memberikan peringatan kepada para tahanan yang akan dibebaskan untuk tidak melakukan perayaan apapun selama masih berada di wilayah Israel.
Kesepakatan ini telah mendapat persetujuan dari kabinet keamanan Israel pada Jumat dan akan dilanjutkan ke pembahasan kabinet lengkap.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan, pihak penjara tengah menyiapkan pembebasan tahanan sebagai bagian dari pertukaran dengan warga Israel yang disandera di Gaza. Kantor perdana menteri menyebut proses ini akan dimulai hari Minggu.
Persiapan telah dimulai di dua lokasi penjara, yakni di dekat Yerusalem dan kota Ashkelon di wilayah selatan. Para tahanan yang akan dibebaskan sudah mulai dikumpulkan di kedua lokasi tersebut.
Komisaris Layanan Penjara Israel, Mayor Jenderal Kobi Yakobi, mengeluarkan perintah khusus terkait proses pembebasan ini. Pengawalan dari Penjara Shikma tidak akan menggunakan bus sipil milik Komite Palang Merah Internasional untuk mencegah perayaan publik di Ashkelon dan wilayah Israel lainnya.
Sebelumnya, Komite Palang Merah Internasional yang berpusat di Jenewa pernah mengawasi pertukaran tahanan pada November 2023. Saat itu, 105 sandera dari Gaza dibebaskan, termasuk 80 warga Israel yang ditukar dengan 240 tahanan Palestina.
Kali ini, transportasi akan ditangani oleh "unit khusus" dari layanan penjara. Yakobi juga memberikan peringatan kepada para tahanan yang akan dibebaskan untuk tidak melakukan perayaan apapun selama masih berada di wilayah Israel.
Kesepakatan ini telah mendapat persetujuan dari kabinet keamanan Israel pada Jumat dan akan dilanjutkan ke pembahasan kabinet lengkap.