home global news

Israel Rilis Daftar 95 Tahanan Palestina yang Akan Dibebaskan dalam Pertukaran Sandera

Sabtu, 18 Januari 2025 - 05:50 WIB
Israel Rilis Daftar 95 Tahanan Palestina yang Akan Dibebaskan dalam Pertukaran Sandera
LANGIT7.ID-,Jakarta; Israel telah merilis daftar lengkap 95 tahanan Palestina yang akan segera dibebaskan. Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan dengan sandera Israel yang saat ini ditahan di Gaza selama masa gencatan senjata.

Kementerian Kehakiman Israel menegaskan bahwa proses pembebasan akan dimulai Minggu sore pukul 16:00 waktu setempat. Namun, pembebasan ini hanya akan dilaksanakan setelah pemerintah resmi menyetujui rencana gencatan senjata.

Dari total 95 tahanan yang akan dibebaskan, sebagian besar adalah wanita dengan jumlah 69 orang. Sisanya terdiri dari 16 pria dan 10 anak di bawah umur, dengan tahanan termuda berusia 16 tahun. Menariknya, hanya tujuh dari total tahanan yang ditangkap sebelum serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.

Salah satu nama yang menarik perhatian dalam daftar tersebut adalah Khalida Jarar. Dia adalah politisi Palestina yang telah beberapa kali ditahan Israel. Jarar merupakan anggota senior Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina, sebuah organisasi yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh Israel, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Jarar, yang kini berusia 60 tahun, ditangkap di wilayah Tepi Barat pada akhir Desember dan ditahan tanpa tuduhan. Sebelumnya, pada September 2021, dia baru saja menyelesaikan hukuman dua tahun penjara karena keterlibatannya dalam kegiatan PFLP.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa proses pembebasan sandera akan dimulai pada hari Minggu. Menurut sumber yang dekat dengan Hamas, kelompok pertama yang akan dibebaskan adalah tiga tentara wanita Israel. Namun perlu dicatat bahwa Hamas menganggap setiap warga Israel yang telah menyelesaikan wajib militer sebagai tentara, termasuk warga sipil yang diculik.

Berdasarkan daftar yang diperoleh, tiga nama pertama dari 33 sandera yang akan dibebaskan adalah wanita berusia di bawah 30 tahun. Mereka bukan anggota militer aktif saat serangan Hamas terjadi. Juru bicara Kementerian Kehakiman, Noga Katz, menekankan bahwa jumlah akhir tahanan yang dibebaskan akan disesuaikan dengan jumlah sandera yang dikembalikan Hamas dalam keadaan hidup.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya