Mesir: 50 Truk BBM Per Hari Akan Masuk Gaza Selama Gencatan Senjata
Nabil
Ahad, 19 Januari 2025 - 05:30 WIB
Mesir: 50 Truk BBM Per Hari Akan Masuk Gaza Selama Gencatan Senjata
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty menyampaikan kabar baik bahwa 50 truk yang mengangkut bahan bakar akan memasuki wilayah Gaza. Hal ini akan terlaksana seiring dimulainya gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada hari Minggu.
Kesepakatan yang dimediasi oleh Mesir bersama Qatar dan Amerika Serikat ini akan membuka jalan bagi masuknya bantuan dalam jumlah besar. "Total akan ada 600 truk per hari yang masuk ke Gaza, termasuk 50 truk yang membawa bahan bakar," jelas Abdelatty.
Gencatan senjata ini dijadwalkan mulai berlaku pada Minggu pukul 8:30 pagi waktu setempat. Para mediator menyebutkan bahwa kesepakatan ini akan membawa gelombang bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan warga Gaza.
Saat ini, ratusan truk telah menunggu di sisi perbatasan Mesir di wilayah Rafah. Perbatasan yang sebelumnya menjadi jalur utama bantuan kemanusiaan ini telah ditutup sejak Mei lalu, ketika pasukan Israel mengambil kendali area Palestina.
Dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Nigeria pada Sabtu, Abdelatty mengungkapkan harapannya. "Kami menargetkan 300 truk akan diarahkan ke Gaza utara," ujarnya. Di wilayah tersebut, ribuan warga terjebak dalam kondisi yang digambarkan lembaga bantuan sebagai situasi yang sangat memprihatinkan.
Para pekerja kemanusiaan telah mengingatkan adanya tantangan besar dalam penyaluran bantuan. Salah satunya adalah rusaknya berbagai fasilitas yang biasa digunakan untuk memproses pengiriman bantuan.
Perlu diketahui, perang di Gaza ini bermula dari serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.
Kesepakatan yang dimediasi oleh Mesir bersama Qatar dan Amerika Serikat ini akan membuka jalan bagi masuknya bantuan dalam jumlah besar. "Total akan ada 600 truk per hari yang masuk ke Gaza, termasuk 50 truk yang membawa bahan bakar," jelas Abdelatty.
Gencatan senjata ini dijadwalkan mulai berlaku pada Minggu pukul 8:30 pagi waktu setempat. Para mediator menyebutkan bahwa kesepakatan ini akan membawa gelombang bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan warga Gaza.
Saat ini, ratusan truk telah menunggu di sisi perbatasan Mesir di wilayah Rafah. Perbatasan yang sebelumnya menjadi jalur utama bantuan kemanusiaan ini telah ditutup sejak Mei lalu, ketika pasukan Israel mengambil kendali area Palestina.
Dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Nigeria pada Sabtu, Abdelatty mengungkapkan harapannya. "Kami menargetkan 300 truk akan diarahkan ke Gaza utara," ujarnya. Di wilayah tersebut, ribuan warga terjebak dalam kondisi yang digambarkan lembaga bantuan sebagai situasi yang sangat memprihatinkan.
Para pekerja kemanusiaan telah mengingatkan adanya tantangan besar dalam penyaluran bantuan. Salah satunya adalah rusaknya berbagai fasilitas yang biasa digunakan untuk memproses pengiriman bantuan.
Perlu diketahui, perang di Gaza ini bermula dari serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.