Latar Belakang Pendidikan Mentereng Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro
Haris budiman
Selasa, 21 Januari 2025 - 06:08 WIB
Mendiktisaintek Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro. (Kemendiktisaintek via Antara)
LANGIT7.ID-Sebagai sosok yang memimpin Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Satryo Soemantri Brodjonegoro memiliki latar belakang pendidikan mentereng.
Bahkan bukan hanya dia yang memiliki pendidikan tinggi. Salah satu putrinya, Diantha Soemantri, mengikuti jejak ayahnya. Diantha diangkat sebagai guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada usia 42 tahun.
Keluarga Prof Satryo juga memiliki latar belakang pendidikan yang luar biasa.
Salah satu adiknya, Profesor Bambang Brodjonegoro, juga dikenal sebagai pejabat negara yang pernah menjabat di beberapa kementerian di era Presiden Joko Widodo
Latar belakang pendidikan mentereng Satryo Soemantri Brodjonegoro
Dikutip dari kemendikbud.go.id, Satryo menyelesaikan pendidikan sarjananya di ITB sebelum melanjutkan studi ke Universitas California, Berkeley, di mana ia meraih gelar doktor di bidang teknik mesin pada tahun 1984.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Satryo resmi bergabung dengan ITB menjadi dosen Jurusan Teknik Mesin. Selama kariernya, ia berhasil mempublikasikan lebih dari 99 artikel ilmiah.
Bahkan bukan hanya dia yang memiliki pendidikan tinggi. Salah satu putrinya, Diantha Soemantri, mengikuti jejak ayahnya. Diantha diangkat sebagai guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada usia 42 tahun.
Keluarga Prof Satryo juga memiliki latar belakang pendidikan yang luar biasa.
Salah satu adiknya, Profesor Bambang Brodjonegoro, juga dikenal sebagai pejabat negara yang pernah menjabat di beberapa kementerian di era Presiden Joko Widodo
Latar belakang pendidikan mentereng Satryo Soemantri Brodjonegoro
Dikutip dari kemendikbud.go.id, Satryo menyelesaikan pendidikan sarjananya di ITB sebelum melanjutkan studi ke Universitas California, Berkeley, di mana ia meraih gelar doktor di bidang teknik mesin pada tahun 1984.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Satryo resmi bergabung dengan ITB menjadi dosen Jurusan Teknik Mesin. Selama kariernya, ia berhasil mempublikasikan lebih dari 99 artikel ilmiah.