LANGIT7.ID-Sebagai sosok yang memimpin Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Satryo Soemantri Brodjonegoro memiliki latar belakang pendidikan mentereng.
Bahkan bukan hanya dia yang memiliki pendidikan tinggi. Salah satu putrinya, Diantha Soemantri, mengikuti jejak ayahnya. Diantha diangkat sebagai guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada usia 42 tahun.
Keluarga Prof Satryo juga memiliki latar belakang pendidikan yang luar biasa.
Salah satu adiknya, Profesor Bambang Brodjonegoro, juga dikenal sebagai pejabat negara yang pernah menjabat di beberapa kementerian di era Presiden Joko Widodo
Latar belakang pendidikan mentereng Satryo Soemantri Brodjonegoro
Dikutip dari kemendikbud.go.id, Satryo menyelesaikan pendidikan sarjananya di ITB sebelum melanjutkan studi ke Universitas California, Berkeley, di mana ia meraih gelar doktor di bidang teknik mesin pada tahun 1984.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Satryo resmi bergabung dengan ITB menjadi dosen Jurusan Teknik Mesin. Selama kariernya, ia berhasil mempublikasikan lebih dari 99 artikel ilmiah.
Pada tahun 1992, Satryo menjabat sebagai Ketua Jurusan Teknik Mesin ITB saat mulai implementasi dari proses self evaluation di jurusan tersebut. Selanjutnya, proses ini diadopsi oleh ITB dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Setelah tidak lagi mengajar di ITB, Satryo diamanahi tanggung jawab sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi pada periode tahun 1999–2007 dan memberikan kontribusi bagi pendidikan tinggi di Indonesia.
Selain itu, Satryo juga aktif sebagai Anggota Komisi Bidang Ilmu Rekayasa Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan pernah menjabat sebagai Ketua AIPI pada periode 2018–2023.
Pengalaman lainnya yang turut menghasilkan karya, yaitu saat bergabung bersama tim Japan International Cooperation Agency (JICA) sebagai perancang gedung Fakultas Teknik Universitas Hasanudin, Gowa, Sulawesi Selatan.
Beberapa prestasi dan penghargaan lainnya yang pernah diraih Satryo antara lain berhasil memperoleh Medali Ganesha Bakti Cendekia Utama dari ITB pada Maret 2010 dan mendapatkan Bintang tanda jasa The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon dari Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia pada 3 November 2016. (*)
(hbd)