Kisah Ali bin Abi Thalib Diasuh Rasulullah SAW saat Makkah Dilanda Paceklik
Miftah yusufpati
Jum'at, 24 Januari 2025 - 05:45 WIB
Jafar bin Abi Thalib diserahkan kepada Abbas, sedang Ali bin Abi Thalib diasuh oleh Nabi Muhammad SAW. Ilustrasi: Ist/mhy
LANGIT7.ID--Ketika Ali bin Abi Thalib menginjak usia 6 tahun, Makkah dan sekitarnya dilanda paceklik hebat. Kebutuhan pangan sehari-hari sulit diperoleh. Krisis ekonomi melanda. Bagi mereka yang berkeluarga besar dan ekonomi lemah, seperti keluarga Abu Thalib, paceklik jelas bikin susah.
Pada saat krisis itu, Nabi Muhammad SAW telah berumah tangga dengan Siti Khadijah binti Khuwalid. Keluarga Nabi sangat berkecukupan. Siti Khadijah adalah saudagar kaya.
Melihat kondisi buruk keluarga Abu Thalib, Nabi Muhammad tak dapat melupakan budi pamannya yang telah memelihara dan mengasuh beliau sejak kecil hingga dewasa. Bertahun-tahun beliau hidup di tengah-tengah keluarga Abu Thalib, mengikuti suka-dukanya dan mengetahui sendiri bagaimana keadaan penghidupannya.
Al Hamid Al Husaini dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib RA" menceritakan dalam suasana paceklik ini, Nabi Muhammad SAW menyadari betapa beratnya beban yang dipikul pamannya, Abu Thalib, yang sudah lanjut usia. Hati beliau terketuk dan segera mengambil langkah untuk meringankan beban pamannya.
Nabi Muhammad SAW mengetahui, bahwa Abbas bin Abdul Mutthalib, juga paman beliau, adalah seorang terkaya di kalangan Bani Hasyim. Dibanding dengan saudara-saudaranya, Abbas mempunyai kemampuan ekonomi yang lebih baik.
Baca juga: Kisah Ali Bin Abi Thalib Menasihati Utsman Bin Affan Ketika Oposisi Kian Merebak
Dengan tujuan untuk meringankan beban Abu Thalib, beliau temui Abbas bin Abdul Mutthalib. Kepada pamannya itu beliau kemukakan betapa berat derita yang ditanggung Abu Thalib sebagai akibat paceklik.
Pada saat krisis itu, Nabi Muhammad SAW telah berumah tangga dengan Siti Khadijah binti Khuwalid. Keluarga Nabi sangat berkecukupan. Siti Khadijah adalah saudagar kaya.
Melihat kondisi buruk keluarga Abu Thalib, Nabi Muhammad tak dapat melupakan budi pamannya yang telah memelihara dan mengasuh beliau sejak kecil hingga dewasa. Bertahun-tahun beliau hidup di tengah-tengah keluarga Abu Thalib, mengikuti suka-dukanya dan mengetahui sendiri bagaimana keadaan penghidupannya.
Al Hamid Al Husaini dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib RA" menceritakan dalam suasana paceklik ini, Nabi Muhammad SAW menyadari betapa beratnya beban yang dipikul pamannya, Abu Thalib, yang sudah lanjut usia. Hati beliau terketuk dan segera mengambil langkah untuk meringankan beban pamannya.
Nabi Muhammad SAW mengetahui, bahwa Abbas bin Abdul Mutthalib, juga paman beliau, adalah seorang terkaya di kalangan Bani Hasyim. Dibanding dengan saudara-saudaranya, Abbas mempunyai kemampuan ekonomi yang lebih baik.
Baca juga: Kisah Ali Bin Abi Thalib Menasihati Utsman Bin Affan Ketika Oposisi Kian Merebak
Dengan tujuan untuk meringankan beban Abu Thalib, beliau temui Abbas bin Abdul Mutthalib. Kepada pamannya itu beliau kemukakan betapa berat derita yang ditanggung Abu Thalib sebagai akibat paceklik.