Konflik Politik Islam dengan Yahudi di Madinah: Rencana Membunuh Nabi Muhammad SAW
Miftah yusufpati
Sabtu, 25 Januari 2025 - 04:45 WIB
Orang-orang Yahudi Madinah selalu menebar konflik sebelum kaum muslim memenangkan perang Badar. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID--Orang-orang Yahudi Madinahjauh sebelum perang Badarsering berkonflik dengan kaum Muslimin. Karena ada perjanjian perdamaian antara kedua belah pihak maka konflik itu tidak sampai meletus menjadi besar.
Muhammad Husain Hakal dalam bukunya yang diterjemahkan Ali Audah berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" (Pustaka Jaya, 1980) menceritakan begitu kaum Muslimin memenangkan Perang Badar, beberapa kelompok di sekitar Madinah mulai saling bermain mata dan berkomplot.
"Mereka mulai dihasut dan dibuatkan sajak-sajak yang sifatnya membangkitkan semangat mereka," tutur Haekal.
Dengan demikian, gelanggang revolusi itu kini pindah dari Makkah ke Madinah. Dari bidang agama ke bidang politik. Jadi yang diperangi kala itu bukan hanya dakwah Nabi Muhammad SAW dalam bidang agama saja, melainkan kewibawaan dan pengaruhnya juga membuat hati mereka jadi kecut.
"Faktor ini yang menyebabkan mereka berkomplot dan membuat rencana hendak membunuhnya," ujar Haekal.
Semua rahasia itu diketahui oleh Nabi Muhammad. Bahkan beliau sudah mengetahui semua berita dan setiap rencana yang ditujukan kepadanya.
Baik pada pihak Muslimin ataupun pihak Yahudi, dari hari ke hari, sedikit demi sedikit hati mereka sudah sarat oleh rasa kebencian. Satu sama lain tinggal lagi menunggu adanya bencana yang akan menimpa lawannya.
Muhammad Husain Hakal dalam bukunya yang diterjemahkan Ali Audah berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" (Pustaka Jaya, 1980) menceritakan begitu kaum Muslimin memenangkan Perang Badar, beberapa kelompok di sekitar Madinah mulai saling bermain mata dan berkomplot.
"Mereka mulai dihasut dan dibuatkan sajak-sajak yang sifatnya membangkitkan semangat mereka," tutur Haekal.
Dengan demikian, gelanggang revolusi itu kini pindah dari Makkah ke Madinah. Dari bidang agama ke bidang politik. Jadi yang diperangi kala itu bukan hanya dakwah Nabi Muhammad SAW dalam bidang agama saja, melainkan kewibawaan dan pengaruhnya juga membuat hati mereka jadi kecut.
"Faktor ini yang menyebabkan mereka berkomplot dan membuat rencana hendak membunuhnya," ujar Haekal.
Semua rahasia itu diketahui oleh Nabi Muhammad. Bahkan beliau sudah mengetahui semua berita dan setiap rencana yang ditujukan kepadanya.
Baik pada pihak Muslimin ataupun pihak Yahudi, dari hari ke hari, sedikit demi sedikit hati mereka sudah sarat oleh rasa kebencian. Satu sama lain tinggal lagi menunggu adanya bencana yang akan menimpa lawannya.