Kasus Baru Covid-19 Nonkluster, Semarang Pastikan PTM Jalan Terus
Arif purniawan
Selasa, 21 September 2021 - 17:42 WIB
Guru memeriksa suhu tubuh siswa di salah satu SMP di Semarang sebelum menjalani pembelajaran tatap muka di kelas Foto: Langit7.id/arif purniawan
Dinas Pendidikan Kota Semarang menyatakan terjadi temuan baru kasus Covid-19, pada masa uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang sudah berlangsung sejak 30 Agustus 2021, diikuti oleh TK, SD sederajat dan SMP sederajat, baik negeri dan swasta.
Kasus itu ditemukan pada siswa di dua SD negeri, satu SD swasta, dan satu SMP Swasta. Terdapat pula temuan kasus pada sejumlah guru terpapar Covid-19 di Kota Semarang.
“Jumlah siswanya 5 yang terkena covid. Gurunya ada 3 kalau tidak salah, tapi yang tahu persis jumlahnya dari Dinas Kesehatan," kata Kepala Disdik Kota Semarang Gunawan Saptogiri, Selasa (21/9/2021)
"Karena (Dinas) yang melakukan swab secara acak di beberapa sekolah tanpa pemberitahuan kepada kami,”
Gunawan menyampaikan, setelah dinyatakan positif, baik siswa maupun guru langsung dilacak pergerakannya, dengan siapa saja melakukan kontak.
Informasi yang diterimanya, hasi tracking dari puskemas tersebut dinyatakan negatif penularan.
Karena tidak ditemukan penularan kepada siswa lainnya di sekolah, proses PTM tidak akan dihentikan. Sementara, siswa yang positif langsung diwajibkan untuk isolasi.
Kasus itu ditemukan pada siswa di dua SD negeri, satu SD swasta, dan satu SMP Swasta. Terdapat pula temuan kasus pada sejumlah guru terpapar Covid-19 di Kota Semarang.
“Jumlah siswanya 5 yang terkena covid. Gurunya ada 3 kalau tidak salah, tapi yang tahu persis jumlahnya dari Dinas Kesehatan," kata Kepala Disdik Kota Semarang Gunawan Saptogiri, Selasa (21/9/2021)
"Karena (Dinas) yang melakukan swab secara acak di beberapa sekolah tanpa pemberitahuan kepada kami,”
Gunawan menyampaikan, setelah dinyatakan positif, baik siswa maupun guru langsung dilacak pergerakannya, dengan siapa saja melakukan kontak.
Informasi yang diterimanya, hasi tracking dari puskemas tersebut dinyatakan negatif penularan.
Karena tidak ditemukan penularan kepada siswa lainnya di sekolah, proses PTM tidak akan dihentikan. Sementara, siswa yang positif langsung diwajibkan untuk isolasi.