home otomotif

Geely Ingkar Janji? Ekspansi ke ASEAN Tanpa Libatkan Proton

Sabtu, 25 Januari 2025 - 21:08 WIB
Geely Ingkar Janji? Ekspansi ke ASEAN Tanpa Libatkan Proton
LANGIT7.ID-Jakarta;Langkah Geely memasuki pasar Indonesia dengan membawa brand sendiri menimbulkan tanda tanya besar atas komitmen perusahaan otomotif asal China ini terhadap kesepakatan dengan Proton Motors. Padahal dalam perjanjian kemitraan strategis yang ditandatangani pada 2017 lalu, Geely berjanji akan menggunakan merek Proton untuk pasar setir kanan dan sejumlah negara ASEAN.

Inkonsistensi ini semakin terlihat jelas ketika menilik pernyataan Geely pada 2020 yang secara spesifik meminta Proton untuk memperluas pasarnya di kawasan ASEAN, terutama Thailand dan Indonesia. Bahkan setahun kemudian, Proton mengumumkan rencana comeback-nya ke kedua pasar tersebut sebagai bagian dari target menjadi produsen otomotif terbesar ketiga di ASEAN.

Namun faktanya, dalam kurun waktu empat tahun terakhir, Geely justru yang terlihat lebih agresif memasuki pasar-pasar strategis tersebut. Thailand, Australia/Selandia Baru, dan kini Indonesia, semuanya dimasuki Geely dengan menggunakan namanya sendiri, bukan melalui brand Proton sebagaimana kesepakatan awal.

Situasi ini semakin menarik mengingat Geely baru saja menegaskan komitmennya terhadap Malaysia sebagai pusat produksi dan riset pengembangan regional di kawasan Tanjung Malim. Namun di sisi lain, ekspansi agresif mereka ke pasar-pasar potensial ASEAN dilakukan tanpa melibatkan Proton sama sekali.

"Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk mewakili Geely Automobile Group dalam memulai babak baru yang telah ditunggu di Indonesia. Membawa team Leading the Future, illuminating Indonesia," kata Vice President of Geely Auto International Corporation, Evin Ye saat peluncuran Geely di Jakarta, dikutip Sabtu (25/1/2025)

Sementara itu, dalam pernyataan terbarunya, Geely menyebutkan akan masuk dan membangun jaringan dealer di pasar-pasar yang belum dimasuki Proton. Saat ini, Proton hanya mengisi pasar setir kanan di beberapa negara seperti Bangladesh, Kenya, dan Brunei, yang notabene bukan merupakan pasar otomotif besar.

Keputusan Geely untuk ekspansi secara mandiri ini tentunya menimbulkan pertanyaan tentang masa depan Proton di kawasan ASEAN. Terlebih lagi, langkah ini tampak bertentangan dengan visi awal kemitraan kedua perusahaan yang menjadikan Malaysia sebagai basis produksi regional untuk pasar setir kanan.
(lam)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya