Ustaz Jeje Zaenudin: Wisuda Perdana STAIPI Jakarta Bukti Kegigihan di Tengah Pandemi
Esti setiyowati
Rabu, 29 Januari 2025 - 07:00 WIB
Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Islam (STAIPI) Jakarta sukses menggelar wisuda angkatan pertama dengan meluluskan 27 wisudawan dan wisudawati. Foto: Istimewa.
Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Islam (STAIPI) Jakarta sukses menggelar wisuda angkatan pertama dengan meluluskan 27 wisudawan dan wisudawati.
Ketua STAIPI Jakarta, Al-Ustaz Jeje Zaenudin mengungkapkan, STAIPI Jakarta lahir di tengah tantangan besar pandemi Covid-19 yang melanda dunia hingga akhir tahun 2022.
Baca juga: Jeje Zaenudin: Politik Dakwah, Filosofi Politik Persis
Menurut Ustaz Jeje, pandemi membawa banyak hambatan, mulai dari penerimaan mahasiswa baru, pelaksanaan perkuliahan, hingga pengelolaan sarana dan SDM.
"Namun alhamdulillah, kami mampu bertahan dan terus berkembang," ujar Ustaz Jeje dalam orasi ilmiah di Gedung Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP), Jagakarsa, Jakarta Selatan, dikutip Rabu (29/1/2025).
Sebanyak 27 wisudawan merupakan angkatan pertama yang mendaftar di masa pandemi tahun 2020. Selama empat tahun, mereka menjalani perkuliahan dengan sistem hybrid, yaitu perkuliahan tatap muka dan daring.
"Mereka adalah mahasiswa yang bertahan di tengah berbagai kesulitan. Banyak teman mereka yang menyerah, tetapi mereka tetapistiqamah dalam menuntut ilmu. Ini adalah bukti kegigihan dan prestasi luar biasa," katanya.
Ketua STAIPI Jakarta, Al-Ustaz Jeje Zaenudin mengungkapkan, STAIPI Jakarta lahir di tengah tantangan besar pandemi Covid-19 yang melanda dunia hingga akhir tahun 2022.
Baca juga: Jeje Zaenudin: Politik Dakwah, Filosofi Politik Persis
Menurut Ustaz Jeje, pandemi membawa banyak hambatan, mulai dari penerimaan mahasiswa baru, pelaksanaan perkuliahan, hingga pengelolaan sarana dan SDM.
"Namun alhamdulillah, kami mampu bertahan dan terus berkembang," ujar Ustaz Jeje dalam orasi ilmiah di Gedung Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP), Jagakarsa, Jakarta Selatan, dikutip Rabu (29/1/2025).
Sebanyak 27 wisudawan merupakan angkatan pertama yang mendaftar di masa pandemi tahun 2020. Selama empat tahun, mereka menjalani perkuliahan dengan sistem hybrid, yaitu perkuliahan tatap muka dan daring.
"Mereka adalah mahasiswa yang bertahan di tengah berbagai kesulitan. Banyak teman mereka yang menyerah, tetapi mereka tetapistiqamah dalam menuntut ilmu. Ini adalah bukti kegigihan dan prestasi luar biasa," katanya.