home lifestyle muslim

Kritik Bisa Jadi Kebaikan namun Harus Hati-hati, Begini Adabnya

Rabu, 22 September 2021 - 06:12 WIB
ilustrasi seorang muslimah sedang memberi masukan kepada koleganya (foto: langit7.id/istock)
Dalam interaksi sosial, munculnya kritik merupakan sesuatu yang wajar. Jika diniatkan untuk kebaikan, kritik bisa membuat hidup seseorang akan lebih baik. Malah sanjungan berlebih tanpa kritik bisa membuat orang terlena.

Dalam ajaran Islam, kritik yang baik bisa menjadi amar ma'ruf nahi munkar yakni menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan. Secara umum, kritik adalah sesuatu yang disampaikan guna meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, serta membantu perbaikan suatu pekerjaan.

Kendati demikian banyak orang terkadang lupa adab dan sikap yang baik dalam mengkritik. Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf menceritakan sebuah kisah bijak berkenaan dengan adab mengkritik.

Suatu ketika Sayyidina Hasan dan Husein mengkritik orang tua yang salah dalam berwudhu. Hasan dan Husein melihat orang tua itu membasuh tangan, namun pada bagian siku tidak basah.

Keduanya tidak menegur, namun berlomba untuk berwudhu. Lalu pada bagian siku tidak dibasahi. Salah satu di antara menegur akan kesalahan itu, sehingga orang tua tadi mendengar percakapan cucu Rasulullah SAW tersebut.

Hal itu menurut Habib Syech contoh kritik yang beradab. Keduanya tahu jika orang tua tadi salah dan mereka tidak ingin menegur. Sehingga keduanya menegur dengan menunjukkan cara wudhu yang benar.

“Kita harus menyampaikan kritik itu dengan adab dan tata cara yang baik, contohnya seperti yang dilakukan Sayyidina Hasan dan Husein,” kata beliau melalui kanal youtube Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf, dikutip Rabu (22/9/2021).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
adab kisah inspiratif
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya