Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 23 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Kritik Bisa Jadi Kebaikan namun Harus Hati-hati, Begini Adabnya

Muhajirin Rabu, 22 September 2021 - 06:12 WIB
Kritik Bisa Jadi Kebaikan namun Harus Hati-hati, Begini Adabnya
ilustrasi seorang muslimah sedang memberi masukan kepada koleganya (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Dalam interaksi sosial, munculnya kritik merupakan sesuatu yang wajar. Jika diniatkan untuk kebaikan, kritik bisa membuat hidup seseorang akan lebih baik. Malah sanjungan berlebih tanpa kritik bisa membuat orang terlena.

Dalam ajaran Islam, kritik yang baik bisa menjadi amar ma'ruf nahi munkar yakni menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan. Secara umum, kritik adalah sesuatu yang disampaikan guna meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, serta membantu perbaikan suatu pekerjaan.

Kendati demikian banyak orang terkadang lupa adab dan sikap yang baik dalam mengkritik. Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf menceritakan sebuah kisah bijak berkenaan dengan adab mengkritik.

Suatu ketika Sayyidina Hasan dan Husein mengkritik orang tua yang salah dalam berwudhu. Hasan dan Husein melihat orang tua itu membasuh tangan, namun pada bagian siku tidak basah.

Keduanya tidak menegur, namun berlomba untuk berwudhu. Lalu pada bagian siku tidak dibasahi. Salah satu di antara menegur akan kesalahan itu, sehingga orang tua tadi mendengar percakapan cucu Rasulullah SAW tersebut.

Hal itu menurut Habib Syech contoh kritik yang beradab. Keduanya tahu jika orang tua tadi salah dan mereka tidak ingin menegur. Sehingga keduanya menegur dengan menunjukkan cara wudhu yang benar.

“Kita harus menyampaikan kritik itu dengan adab dan tata cara yang baik, contohnya seperti yang dilakukan Sayyidina Hasan dan Husein,” kata beliau melalui kanal youtube Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf, dikutip Rabu (22/9/2021).

Dalam mengkritik, tugas seseorang adalah menyampaikan kebenaran. Orang yang dinasihati mengikuti atau tidak, itu merupakan urusan Allah Ta’ala karena berkaitan dengan hidayah.

“Kita tidak boleh memaksakan seseorang untuk mengikuti nasehat yang kita berikan. Sebab hal tersebut dapat membuat kita capek, karena memikirkannya setiap hari,” kata Habib Syech.

Dia lalu memberikan satu kunci agar nasehat kita bisa didengarkan, yakni dengan menasehati diri sendiri terlebih dahulu. Nasehat disertai akhlak mulia jauh lebih baik dan lebih mengena kepada orang yang dikritik.

Dengan kritik, seseorang bisa mengevaluasi diri dan memperbaiki kesalahan agar bisa lebih maju dalam melangkah. Namun perlu dicatat, ada etika dan adab mengkritik yang harus diperhatikan agar bernilai ibadah. Sebab tanpa kehati-hatian dalam mengkritik, bisa menimbulkan perselisihan, permusuhan, dan perpecahan.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 23 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)