Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 20 Mei 2026
home masjid detail berita

Tertib Adab di Jalanan Haramain: Pentingnya Mengangkat Amir Rombongan

miftah yusufpati Rabu, 20 Mei 2026 - 15:50 WIB
Tertib Adab di Jalanan Haramain: Pentingnya Mengangkat Amir Rombongan
Ibadah haji adalah miniatur dari kehidupan bermasyarakat. Ilustrasi: Al-Quran Reading
LANGIT7.ID-Ibadah haji adalah sebuah pergerakan massa terbesar di kolong langit. Di tengah lautan manusia yang memadati Mina, Arafah, hingga pelataran Masjidil Haram, kedisiplinan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan pilar keselamatan. Namun, di lapangan, sering kali ego individu mengalahkan keteraturan kelompok.

Banyak jemaah yang keluar masuk tenda, pergi melempar jumrah, atau menuju Mekkah tanpa memberikan kabar kepada ketua rombongan. Akibatnya klasik namun fatal: tersesat jalan, terpisah dari kelompok, hingga memicu kepanikan massal yang menguras energi.

Persoalan manajemen safar dan etika komunal ini dikupas secara mendalam oleh Abdulmalik al-Qosim dalam risalahnya yang bertajuk Risalah ila Ahli Arafah wa Muzdalifah wa Mina.

Dalam edisi terjemahan oleh Syafar Abu Difa yang diterbitkan oleh IslamHouse pada tahun 2009, Al-Qosim menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara jemaah dan penanggung jawab rombongan. Meminta izin ketika keluar atau masuk kelompok bukan sekadar tata krama, melainkan mekanisme mitigasi risiko dalam fikih perjalanan modern.

Islam sejak awal telah mendesain ibadah haji sebagai latihan keteraturan sosial. Salah satu instrumen hukum yang digunakan adalah kewajiban mengangkat seorang pemimpin dalam perjalanan.

Landasan ini merujuk pada hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, di mana Nabi Muhammad bersabda:

إذا خرج ثلاثة في سفر فليؤمروا أحدهم
Idza kharaja tsalaatsatun fii safarin falyuammiruu ahadahum.

Artinya: Jika tiga orang keluar melakukan perjalanan, hendaknya mengangkat salah seorang dari mereka menjadi amir atau pemimpin perjalanan.

Menurut Al-Qosim, pengangkatan amir safar ini berfungsi untuk menjaga persatuan, menghindari perselisihan, serta memudahkan koordinasi di lapangan. Ketika seorang jemaah meminta izin sebelum melangkah keluar dari maktab atau tenda, ia sedang menegakkan prinsip kepemimpinan tersebut. Dengan begitu, penanggung jawab rombongan dapat mengetahui tujuan setiap anggotanya dan melakukan pengaturan logistik serta keamanan secara presisi.

Namun, mengelola jutaan kepala tentu tidak mudah. Dalam jurnal ilmiah mengenai sosiologi jemaah haji yang diterbitkan oleh Balitbang Kementerian Agama, disebutkan bahwa salah satu kendala terbesar dalam pelaksanaan haji adalah rendahnya kepatuhan jemaah terhadap instruksi ketua regu. Banyak jemaah yang merasa mampu berjalan sendiri, namun kemudian kebingungan menghadapi labirin jalur pemondokan di Mina yang serbaserupa. Ketaatan pada amir perjalanan inilah yang menjadi benteng pertahanan pertama dari ancaman perpecahan kelompok.

Selain tertib administrasi kelompok, Abdulmalik al-Qosim juga menyoroti bagaimana jemaah harus mengisi ruang spiritual dan menjaga etika lingkungan selama momentum suci tersebut.

Di tengah padatnya jadwal rukun haji, jemaah disarankan membuat target personal, seperti menghafal beberapa surat pilihan dari Al-Quran, di antaranya Surah Al-Baqarah, Al-Kahfi, atau An-Nuur. Langkah ini dianggap efektif untuk mengalihkan jemaah dari aktivitas tidak produktif, seperti mengobrol kosong atau berdebat yang dapat merusak mabrurnya haji.

Tak kalah penting adalah aspek kebersihan. Kepadatan jalur haji sering kali menyisakan tumpukan sampah yang mengganggu pemandangan dan kesehatan. Al-Qosim mengingatkan bahwa menjaga kebersihan tempat singgah dan jalan yang dilalui adalah bagian dari sedekah. Menyingkirkan gangguan dari jalan merupakan manifestasi iman yang paling konkret di tengah kerumunan haji.

Pada akhirnya, ibadah haji adalah miniatur dari kehidupan bermasyarakat. Kesalehan seorang jemaah tidak hanya diukur dari kekhusyukan salatnya di depan Kakbah, melainkan juga dari kerelaannya untuk diatur, kesantunannya meminta izin kepada pemimpin kelompok, serta kepeduliannya pada kebersihan sekitar. Melalui kepatuhan kolektif yang sederhana inilah, ibadah haji dapat berjalan dengan aman, tertib, dan membawa kedamaian bagi semua.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 20 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)