home masjid

Berdzikir Sebaiknya Lirih atau Keras, Berikut Saran Gus Baha

Kamis, 30 Januari 2025 - 04:55 WIB
ilustrasi
Pengasuh Pesantren Tahfidz Qur'an LP3IA Narukan, Rembang, KH Ahmad Bahauddin atau Gus Baha menyarankan umat muslim ketika dzikir kepada Allah untuk tidak terlalu keras maupun terlalu pelan atau lirih.

"Cuma dalam masalah ini, perlu kita ketahui bahwa malaikat itu bukan Tuhan dan tidak memiliki kemampuan seperti Tuhan yang bisa mendengar tanpa batasan. Namun, malaikat pencatat amal baik bisa kesulitan juga mencatat kalau terlalu pelan atau lirih ketika wiridan," katanya.

Menurut Gus Baha, permasalahan wiridan ini pernah terjadi para sahabat Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Kedua sahabat tersebut punya gaya dzikir kepada Allah yang bertolak belakang. Abu Bakar memiliki cara, kalau wiridan itu lirih atau pelan.

Lalu dipanggil Nabi dan bertanya apakah benar informasi kalau Abu Bakar wiridan dengan pelan, maksudnya bagaimana? Abu Bakar menjawab, yang ia sebutkan itu adalah Allah. Tanpa ia sebut pun, Allah sudah mendengar apa maksudnya.

"Jadi begini, malaikat Raqib-Atid ketika mendengar suara wiridan lirih seperti Abu Bakar juga kesulitan mengetahui apa yang dibaca," imbuhnya.

Baca juga:Bacaan Doa dan Zikir Ketika Ada Petir

Sementara itu, Umar bin Khattab punya kebiasaan wiridan dengan lantang. Kemudian juga ditanya oleh nabi terkait alasannya wiridan dengan lantang. Umar bin Khattab menjawab itu adalah cara agar dirinya tetap wiridan tanpa rasa ngantuk dan semangat.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya