Ahli Gizi Tanggapi Wacana Belalang dan Ulat Sagu untuk Program MBG
Tim langit 7
Jum'at, 31 Januari 2025 - 04:00 WIB
ilustrasi
Muncul wacana serangga dan ulat sagu menjadi menu alternatif program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wacana inipun mendapat banyak tanggapan dari masyarakat.
Pengurus Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU) Fahmi Arif Tsani, angkat bicara mengenai hal ini. Dia mengingatkan adanya potensi muncul alergi bagi sebagian orang dari hidangan itu dan rawan terkontaminasi pestisida.
Fahmi mengatakan, produk olahan serangga seperti belalang atau ulat sagu pada dasarnya memiliki protein tinggi. Akan tetapi, proses pengolahan produk berbahan belalang harus baik agar layak konsumsi.
"Cara pengolahannya harus dengan pemanasan yang tinggi, sehingga potensi adanya pestisida bisa dimatikan," kata dosen Kesehatan Gizi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, ini dikutip dari NU Online.
Dia menjelaskan, salah satu yang harus dilakukan pemerintah adalah perlu memperhatikan dari keamanan sumber belalang dan ulat sagu.
Menurutnya, mungkin saja ulat sagu atau belalang mengalami pencemaran. Karena mereka liar, kata Fahmi, bisa saja makan dari alam yang terkontaminasi pestisida. Karena petani biasa mengusir mereka dengan pestisida.
Baca juga:Rencana Serangga di Menu MBG, MUI: Kajian Fikih Hanya Sebut Belalang yang Halal
Pengurus Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU) Fahmi Arif Tsani, angkat bicara mengenai hal ini. Dia mengingatkan adanya potensi muncul alergi bagi sebagian orang dari hidangan itu dan rawan terkontaminasi pestisida.
Fahmi mengatakan, produk olahan serangga seperti belalang atau ulat sagu pada dasarnya memiliki protein tinggi. Akan tetapi, proses pengolahan produk berbahan belalang harus baik agar layak konsumsi.
"Cara pengolahannya harus dengan pemanasan yang tinggi, sehingga potensi adanya pestisida bisa dimatikan," kata dosen Kesehatan Gizi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, ini dikutip dari NU Online.
Dia menjelaskan, salah satu yang harus dilakukan pemerintah adalah perlu memperhatikan dari keamanan sumber belalang dan ulat sagu.
Menurutnya, mungkin saja ulat sagu atau belalang mengalami pencemaran. Karena mereka liar, kata Fahmi, bisa saja makan dari alam yang terkontaminasi pestisida. Karena petani biasa mengusir mereka dengan pestisida.
Baca juga:Rencana Serangga di Menu MBG, MUI: Kajian Fikih Hanya Sebut Belalang yang Halal