Ilham Habibie Sebut Isra Mikraj Bukti Keseimbangan Iman dan Ilmu
Tim langit 7
Jum'at, 31 Januari 2025 - 13:25 WIB
Ketua Dewan Pembina The Habibie Center, Ilham Akbar Habibie
Ketua Dewan Pembina The Habibie Center, Ilham Akbar Habibie menjadi penceramah pada peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad yang digelar Kementerian Agama, di Jakarta, Kamis (30/1/25).
Ilham Habibie berbicara tentang pentingnya keseimbangan antara iman dan ilmu dalam memahami peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, Isra Mikraj tidak hanya memiliki dimensi keagamaan, tetapi juga dapat dianalisis dari perspektif ilmiah dan teknologi.
Isra Mikraj memperingati perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjid Al-Haram di Mekah ke Masjid Al-Aqsa di Palestina dan kemudian naik ke langit, sering kali menjadi bahan perdebatan antara aspek spiritual dan rasional.
Namun, menurut Ilham, keseimbangan antara keduanya adalah kunci dalam memahami esensi perjalanan tersebut.
“Dalam Islam, kita diajarkan untuk memiliki keseimbangan antara iman dan ilmu pengetahuan. Manusia harus memiliki fondasi spiritual yang kuat sekaligus wawasan teknologi yang luas,” ujar Ilham.
Ia juga menyinggung bagaimana kemajuan sains modern mulai membuka perspektif baru dalam memahami peristiwa luar biasa ini.
Ilham Habibie berbicara tentang pentingnya keseimbangan antara iman dan ilmu dalam memahami peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, Isra Mikraj tidak hanya memiliki dimensi keagamaan, tetapi juga dapat dianalisis dari perspektif ilmiah dan teknologi.
Isra Mikraj memperingati perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjid Al-Haram di Mekah ke Masjid Al-Aqsa di Palestina dan kemudian naik ke langit, sering kali menjadi bahan perdebatan antara aspek spiritual dan rasional.
Namun, menurut Ilham, keseimbangan antara keduanya adalah kunci dalam memahami esensi perjalanan tersebut.
“Dalam Islam, kita diajarkan untuk memiliki keseimbangan antara iman dan ilmu pengetahuan. Manusia harus memiliki fondasi spiritual yang kuat sekaligus wawasan teknologi yang luas,” ujar Ilham.
Ia juga menyinggung bagaimana kemajuan sains modern mulai membuka perspektif baru dalam memahami peristiwa luar biasa ini.