Komdigi Ungkap Strategi Cetak 9 Juta SDM Digital Indonesia 2030: Ini Fokus Utamanya
Tim langit 7
Sabtu, 01 Februari 2025 - 17:37 WIB
Komdigi Ungkap Strategi Cetak 9 Juta SDM Digital Indonesia 2030: Ini Fokus Utamanya
LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Komunikasi dan Digital(Komdigi) menargetkan pengembangan SDM digital Indonesia dengan target ambisius 9 juta talenta menjelang 2030. Strategi ini dipaparkan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam forum Beritasatu Economic Outlook 2025 di Jakarta Selatan, Kamis (30/1).
Pembentukan jutaan SDM digital tersebut menjadi krusial mengingat pada 2030, Indonesia akan menghadapi periode bonus demografi dengan 68 persen populasi berada dalam usia produktif. Momentum ini dinilai strategis untuk memaksimalkan potensi ekonomi digital Indonesia yang telah mencatatkan Gross Merchandise Value (GMV) sebesar US$90 miliar pada 2024.
Meutya menekankan bahwa transformasi digital Indonesia ini harus sejalan dengan tiga pilar utama yang kini menjadi fokus pemerintah. Ketiga pilar tersebut mencakup aspek inklusif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata, serta aspek terpercaya yang menjamin keamanan data dan kedaulatan digital.
Untuk mencapai target tersebut, Kominfo mengakui tidak bisa bergerak sendiri. Diperlukan kolaborasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk ekosistem startup digital, akademisi, media, dan masyarakat dalam membangun ekosistem digital yang mendukung pengembangan talenta.
"Kita perlu bergerak bersama-sama, mengusung visi yang jelas dengan semangat inovasi. Masa depan transformasi digital Indonesia ada di tangan kita bersama," jelas Meutya saat berbicara di forum bertema Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Tantangan dan Peluang di Era Baru tersebut, dikutip Sabtu (1/2/2025).
Menurut Meutya, program pelatihan digital, strategi, dan kesiapan menghadapi perubahan lebih penting daripada besaran modal investasi. Hal ini terutama berlaku dalam pengembangan teknologi AI Indonesia yang kini menjadi arena kompetisi global.
"Perkembangan AI menjadi ajang kompetisi global saat ini. Indonesia tidak boleh sekadar menjadi pengguna teknologi, tapi harus mampu membangun ekosistem digital yang mandiri dan berdaya saing," tegasnya.
Pembentukan jutaan SDM digital tersebut menjadi krusial mengingat pada 2030, Indonesia akan menghadapi periode bonus demografi dengan 68 persen populasi berada dalam usia produktif. Momentum ini dinilai strategis untuk memaksimalkan potensi ekonomi digital Indonesia yang telah mencatatkan Gross Merchandise Value (GMV) sebesar US$90 miliar pada 2024.
Meutya menekankan bahwa transformasi digital Indonesia ini harus sejalan dengan tiga pilar utama yang kini menjadi fokus pemerintah. Ketiga pilar tersebut mencakup aspek inklusif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata, serta aspek terpercaya yang menjamin keamanan data dan kedaulatan digital.
Untuk mencapai target tersebut, Kominfo mengakui tidak bisa bergerak sendiri. Diperlukan kolaborasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk ekosistem startup digital, akademisi, media, dan masyarakat dalam membangun ekosistem digital yang mendukung pengembangan talenta.
"Kita perlu bergerak bersama-sama, mengusung visi yang jelas dengan semangat inovasi. Masa depan transformasi digital Indonesia ada di tangan kita bersama," jelas Meutya saat berbicara di forum bertema Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Tantangan dan Peluang di Era Baru tersebut, dikutip Sabtu (1/2/2025).
Menurut Meutya, program pelatihan digital, strategi, dan kesiapan menghadapi perubahan lebih penting daripada besaran modal investasi. Hal ini terutama berlaku dalam pengembangan teknologi AI Indonesia yang kini menjadi arena kompetisi global.
"Perkembangan AI menjadi ajang kompetisi global saat ini. Indonesia tidak boleh sekadar menjadi pengguna teknologi, tapi harus mampu membangun ekosistem digital yang mandiri dan berdaya saing," tegasnya.