LANGIT7.ID-, Jakarta - - Penandatanganan
Nota Kesepahaman (MoU) oleh Universitas Indonesia (UI) bersama PP Muhammadiyah, menjadi sebuah bentuk sinergi antara dua kekuatan penting yaitu dunia akademik dan organisasi masyarakat sipil.
"Ini bukan sekadar penguatan hubungan kelembagaan, tetapi kolaborasi untuk kebaikan bersama," kata Rektor UI Heri Hermansyah, dikutip dari laman Muhammadiyah, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, kolaborasi ini memungkinkan terjadinya saling melengkapi, di mana akademisi berkontribusi melalui kedalaman ilmu dan analisis, sementara masyarakat sipil menghadirkan kepekaan sosial dan dorongan perubahan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah,
Haedar Nashir menambahkan bahwa kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap administratif, tetapi dilanjutkan dengan program konkret yang memberi dampak nyata.
"Kami ingin MoU ini tidak sekadar tanda tangan, tetapi ada tindak lanjut yang konkret," imbuh Haedar.
Melalui MoU tersebut, kedua pihak akan mengembangkan sejumlah program, antara lain studi lanjut terstruktur bagi mahasiswa, program
fast track bagi mahasiswa berprestasi, serta pelatihan dan pendidikan untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul.
Baca juga: Kerja Sama Strategis UI dan Muhammadiyah, Program Double Degree Hingga Pertukaran DosenTentunya program-program ini diharapkan mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.
Penandatanganan ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat dalam menjawab tantangan global melalui pendidikan yang adaptif dan berintegritas.
"Ya, ini kerja sama UI dan Muhammadiyah ini khususnya di bidang pendidikan ya. Ini bagaimana caranya kualitas pendidikan di Indonesia ini bisa semakin meningkat dan merata di semua lini. Jadi kita itu tidak bisa maju sendirian, kita harus maju bersama-sama,
growing together ya seperti itu," ungkap Heri Hermansyah.
Ia berharap kerja sama tersebut akan memberikan dampak yang memberikan multiplier effect. Sehingga kapasitas UI, kapasitas Muhammadiyah, dan universitas yang ada di Indonesia terus meningkat.
"Nah, hakikatnya saat kita bekerja sama dengan universitas luar negeri, kita digendong ya. Sehingga kemudian kualitas pendidikan UI itu semakin meningkat dari sisi kualitasnya, kualitas pengajaran, kualitas dosen, kualitas mahasiswa, kualitas lulusan. Sehingga kemudian mereka bisa berada pada tahap bisa berkompetisi di level global," ucapnya.
Heri mengatakan, selain bekerja sama dengan luar negeri, UI juga melihat berbagai universitas lain yang ada di dalam negeri. Kemudian melakukan program yang sama, seperti
double degree atau gelar akademik ganda.
"Nah, ini juga bisa jadi pionir kita,
double degree dengan universitas-universitas lokal di Indonesia. Jadi misal 2 tahun di Universitas Muhammadiyah kemudian 2 tahun di Universitas Indonesia. Nah, kemudian pembelajaran di Universitas Muhammadiyah dan pembelajaran di UI saling mengakui dan kemudian dapat ijazah dari Muhammadiyah, dapat ijazah dari Universitas Indonesia. Nah, itulah
double degree," tutupnya.
(lsi)