LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Universitas Indonesia bersama dengan
Pimpinan Pusat Muhammadiyah menandatangani
Nota Kesepahaman (MoU). Berbagai kerja sama strategis disiapkan, antara lain program
double degree atau gelar akademik ganda hingga pertukaran dosen.
Penandatangan MoU yang dilakukan di Balai Sidang UI, Depok, Jawa Barat, Senin lalu tersebut difokuskan pada penguatan bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dan Rektor UI, Heri Hermansyah.
Haedar menegaskan bahwa kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap administratif, tetapi dilanjutkan dengan program konkret yang memberi dampak nyata. "Kami ingin MoU ini tidak sekadar tanda tangan, tetapi ada tindak lanjut yang konkret," ujarnya, mengutip keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).
Menurut Heri, kerja sama UI dan Muhammadiyah di bidang Pendidikan ini memikirkan bagaimana caranya agar kualitas pendidikan di Indonesia bisa semakin meningkat dan merata di semua lini. "Jadi kita itu tidak bisa maju sendirian, kita harus maju bersama-sama,
growing together ya seperti itu," imbuh Heri.
Baca juga: Muhammadiyah Perkuat Dakwah Kampus, Haedar Nashir Ingatkan Bahaya Politik PraktisDia mengatakan apa yang menjadi kelebihan UI, akan ditularkan ke seluruh pendidikan di Indonesia, begitu juga sebaliknya. Kerja sama ini diharapkan memberikan dampak yang memberikan
multiplier effect. Sehingga kapasitas UI, kapasitas Muhammadiyah, dan universitas yang ada di Indonesia terus meningkat.
"Nah, hakikatnya saat kita bekerja sama dengan universitas luar negeri, kita digendong ya. Sehingga kemudian kualitas pendidikan UI itu semakin meningkat dari sisi kualitasnya, kualitas pengajaran, kualitas dosen, kualitas mahasiswa, kualitas lulusan. Sehingga kemudian mereka bisa berada pada tahap bisa berkompetisi di level global," ucapnya.
Selain bekerja sama dengan luar negeri, tambah Heri, UI juga melihat berbagai universitas lain yang ada di dalam negeri. Kemudian melakukan program yang sama, seperti
double degree.
"Nah, ini juga bisa jadi pionir kita,
double degree dengan universitas-universitas lokal di Indonesia. Jadi misal dua tahun di Universitas Muhammadiyah kemudian dua tahun di Universitas Indonesia," jelas Heri.
Kemudian, pembelajaran di
Universitas Muhammadiyah dan pembelajaran di UI saling mengakui dan kemudian mendapat ijazah dari Muhammadiyah serta mendapat ijazah juga dari Universitas Indonesia. "Nah, itulah double degree," ucapnya.
Sementara mengenai rencana pertukaran dosen, Heri menerangkan bahwa setelah adanya program
double degree kemudian menyusul pertukaran dosen.
"Dosen Muhammadiyah mengajar di UI, dosen UI mengajar di
Universitas Muhammadiyah yang ada di seluruh Indonesia misal, kemudian kualitas pendidikan meningkat," tambahnya.
Tentunya program-program ini diharapkan mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.
Penandatanganan
MoU UI bersama Muhammadiyah juga menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat dalam menjawab tantangan global melalui pendidikan yang adaptif dan berintegritas.
(lsi)