LPG 3 Kg Sempat Langka, LPNU Minta Tertibkan Penerima Bukan Agennya
Tim langit 7
Selasa, 04 Februari 2025 - 21:03 WIB
ilustrasi
Pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Amrullah Hakim merespons polemik keputusan pemerintah untuk menertibkan kebijakan distribusi liquefied petroleum gas (LPG) 3 kg hanya dijual di pangkalan resmi yang sudah terdaftar dan berizin Pertamina.
Menurut Amrullah, seharusnya yang perlu ditertibkan penerima subsidi gas LPG 3 kilogram bukan agennya. "Menertibkan agen itu sama saja menertibkan bisnisnya, seharusnya pemerintah menertibkan aturan penerima gas subsidi agar tepat sasaran untuk masyarakat kelas menengah ke bawah," kata Amrullah dikutip dari NU Online, Selasa (4/2/2025).
Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah mesti melihat pemberian subsidi jangan sampai diberikan kepada perusahaan besar. Menurutnya, Pertamina jangan membatasi penyaluran, melainkan menertibkan penerima gas LPG 3 kg subsidi agar bisa tepat sasaran.
"Yang kita gak tahu sekarang LPG bisa saja impor, sudah tidak swasembada gas LPG lagi, karena kebutuhan pokok dalam negeri yang banyak dan tidak tepat sasaran," jelasnya.
Baca juga:Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Tangerang: Menteri ESDM Ungkap Ada Pengecer Nakal yang Permainkan Harga Subsidi
Transparansi menjadi penting, kata Amrullah, rakyat perlu tahu mengenai anggaran subsidi dan pasokan gas LPG.
"Jika terjadi antri bahaya terhadap kestabilan politik keamanan, untungnya pemerintah segera merespons. Kedepan pemerintah harus melakukan diskusi dengan masyarakat, perwakilan organisasi sebelum memutuskan kebijakan, ia juga mengingatkan pentingnya riset dan kesiapan di lapangan" katanya.
Menurut Amrullah, seharusnya yang perlu ditertibkan penerima subsidi gas LPG 3 kilogram bukan agennya. "Menertibkan agen itu sama saja menertibkan bisnisnya, seharusnya pemerintah menertibkan aturan penerima gas subsidi agar tepat sasaran untuk masyarakat kelas menengah ke bawah," kata Amrullah dikutip dari NU Online, Selasa (4/2/2025).
Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah mesti melihat pemberian subsidi jangan sampai diberikan kepada perusahaan besar. Menurutnya, Pertamina jangan membatasi penyaluran, melainkan menertibkan penerima gas LPG 3 kg subsidi agar bisa tepat sasaran.
"Yang kita gak tahu sekarang LPG bisa saja impor, sudah tidak swasembada gas LPG lagi, karena kebutuhan pokok dalam negeri yang banyak dan tidak tepat sasaran," jelasnya.
Baca juga:Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Tangerang: Menteri ESDM Ungkap Ada Pengecer Nakal yang Permainkan Harga Subsidi
Transparansi menjadi penting, kata Amrullah, rakyat perlu tahu mengenai anggaran subsidi dan pasokan gas LPG.
"Jika terjadi antri bahaya terhadap kestabilan politik keamanan, untungnya pemerintah segera merespons. Kedepan pemerintah harus melakukan diskusi dengan masyarakat, perwakilan organisasi sebelum memutuskan kebijakan, ia juga mengingatkan pentingnya riset dan kesiapan di lapangan" katanya.