Pakar Mesin UI Dorong Pemerintah Support Pengembangan Industri Baterai EV Nasional
Tim langit 7
Jum'at, 07 Februari 2025 - 04:00 WIB
ilustrasi
Pemerintah melalui kebijakan hilirisasi telah mencanangkan penggunaan bahan baku dalam negeri bagi para pelaku industri, termasuk mobil listrik dan baterai. Meskipun di segi pemasaran belum banyak peminat, namun produksi mobil listrik dan baterai EV terus berjalan.
Associate Professor Teknik Mesin Universitas Indonesia (UI) Mohammad Adhitya mengatakan, sejak awal dimulainya industri mobil listrik di Tanah Air belum mampu menarik minat masyarakat. Menurutnya, perkembangan industri mobil listrik sudah direncanakan sejak 2012 dan mulai dikenalkan tahun 2018.
"Pada awalnya memang kita seperti jalan di tempat. Disitu kami tidak hanya belajar dari sisi teknik kendaraan listriknya saja tapi kami juga ikut memahami perkembangan ekosistem kendaraan listrik sekaligus industri kendaraan listrik di dalam negeri," kata Adhitya pada diskusi publik "Industri Mobil Listrik & Baterai EV Nasional" di Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2025).
Baca juga:Industri Mobil Listrik harus Bisa Kembangkan UMKM di Tanah Air
Ia mengungkapkan, produksi mobil listrik harus menggunakan bahan baku dalam negeri salah satunya baterai. "Mobilnya boleh apa saja tapi baterainya made in Indonesia," ujarnya.
Untuk itu, Adhitya meminta supaya pemerintah bisa mengatur kebijakan industri mobil listrik serta meningkatkan pengetahuan, skill serta pemasaran bahan baku supaya industri mobil listrik bisa menggunakan bahan baku nasional terutama baterai.
Direktur Industri Permesinan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Solehan menyampaikan bahwa potensi Indonesia terhadap penyediaan bahan baku baterai sangat besar. Sebab, baterai pasti dibutuhkan dalam produksi mobil listrik.
Associate Professor Teknik Mesin Universitas Indonesia (UI) Mohammad Adhitya mengatakan, sejak awal dimulainya industri mobil listrik di Tanah Air belum mampu menarik minat masyarakat. Menurutnya, perkembangan industri mobil listrik sudah direncanakan sejak 2012 dan mulai dikenalkan tahun 2018.
"Pada awalnya memang kita seperti jalan di tempat. Disitu kami tidak hanya belajar dari sisi teknik kendaraan listriknya saja tapi kami juga ikut memahami perkembangan ekosistem kendaraan listrik sekaligus industri kendaraan listrik di dalam negeri," kata Adhitya pada diskusi publik "Industri Mobil Listrik & Baterai EV Nasional" di Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2025).
Baca juga:Industri Mobil Listrik harus Bisa Kembangkan UMKM di Tanah Air
Ia mengungkapkan, produksi mobil listrik harus menggunakan bahan baku dalam negeri salah satunya baterai. "Mobilnya boleh apa saja tapi baterainya made in Indonesia," ujarnya.
Untuk itu, Adhitya meminta supaya pemerintah bisa mengatur kebijakan industri mobil listrik serta meningkatkan pengetahuan, skill serta pemasaran bahan baku supaya industri mobil listrik bisa menggunakan bahan baku nasional terutama baterai.
Direktur Industri Permesinan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Solehan menyampaikan bahwa potensi Indonesia terhadap penyediaan bahan baku baterai sangat besar. Sebab, baterai pasti dibutuhkan dalam produksi mobil listrik.