Pemangkasan Anggaran PU hingga Rp81,38 Triliun Berpotensi Ciptakan Pengangguran Baru
Tim langit 7
Jum'at, 07 Februari 2025 - 06:30 WIB
ilustrasi
Pemangkasan anggaran Kementerian Pekerjan Umum (PU) senilai Rp81 triliun akan berpotensi menciptakan pengangguran di berbagai daerah.
Anggota Komisi V DPR RI Syafiuddin Asmoro menyoroti, salah satu program Kementerian PU yang bisa terdampak pemangkasan anggaran adalah program padat karya. Program itu bertujuan membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Program ini melibatkan masyarakat, terutama yang miskin dan marginal, dalam kegiatan produktif. Padat karya menyerap banyak tenaga kerja," terang Syafiuddin, Selasa (4/2/2025).
Ada sejumlah program padat karya yang selama ini dilaksanakan Kementerian PU. Yaitu, proyek pembangunan jalan, irigasi pertanian, sanitasi, bedah rumah, dan program lainnya.
Legislator asal Dapil Jawa Timur XI itu mengatakan, program padat karya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain bangunan fisiknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, program itu juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Baca juga:Efisiensi Anggaran 2025: Kementerian PU Potong Belanja Rp81,38 Triliun
"Selama ini program padat karya bisa menyerap jutaan tenaga kerja. Ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat di desa-desa," beber mantan anggota DPRD Jawa Timur itu.
Anggota Komisi V DPR RI Syafiuddin Asmoro menyoroti, salah satu program Kementerian PU yang bisa terdampak pemangkasan anggaran adalah program padat karya. Program itu bertujuan membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Program ini melibatkan masyarakat, terutama yang miskin dan marginal, dalam kegiatan produktif. Padat karya menyerap banyak tenaga kerja," terang Syafiuddin, Selasa (4/2/2025).
Ada sejumlah program padat karya yang selama ini dilaksanakan Kementerian PU. Yaitu, proyek pembangunan jalan, irigasi pertanian, sanitasi, bedah rumah, dan program lainnya.
Legislator asal Dapil Jawa Timur XI itu mengatakan, program padat karya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain bangunan fisiknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, program itu juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Baca juga:Efisiensi Anggaran 2025: Kementerian PU Potong Belanja Rp81,38 Triliun
"Selama ini program padat karya bisa menyerap jutaan tenaga kerja. Ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat di desa-desa," beber mantan anggota DPRD Jawa Timur itu.