Dari Kisan Nabi Ibrahim sampai Sejarah Lahirnya Zionisme
Miftah yusufpati
Jum'at, 07 Februari 2025 - 05:45 WIB
Musa bersama kaumnya keluar dari Mesir menuju ke Palestina, namun Musa tidak sempat sampai lalu kemudian meninggal dunia. Ilustrasi Ist
LANGIT7.ID--Sejarah yang menjadi cikal bakal munculnya zionisme, dapat dimulai lebih kurang dari 4000 tahun Sebelum Masehi. Kala itu, di kota Ur di tanah Khalda sebagai pusat penyembahan dewa matahari hidup seorang laki-laki yang bernama Terah atau Azar. Ia mempunyai tiga orang putra yaitu Ibrahim, Nahor, dan Haran.
Terah atau Azar adalah ahli pembuat patung yang terbuat dari tanah liat, atau batu. Patung itu diperjualbelikan ke seluruh negeri.
"Pada waktu Ibrahim dilahirkan pada tahun 2018 SM, pembuatan dan penyembahan patung sangat meningkat," tulis Saude, Dosen Jurusan Ushuluddin STAIN Datokarama Palu dalam artikelnya yang dilansir Jurnal Hunafa berjudul "Zionisme dan Berdirinya Negara Israel".
Setelah Ibrahim beranjak dewasa, ketika dia berada di toko patung orang tuanya, Ibrahim mengambil kapak besar, lalu menghancurkan patung-patung yang ada dalam toko kecuali satu yang paling besar, lalu kapak tersebut digantungkan ke leher patung besar.
Alangkah terkejutnya orang tuanya setelah melihat patung-patung tersebut hancur, langsung bertanya kepada Ibrahim: "Siapa yang menghancurkan patung itu Ibrahim?"
Ibrahim menjawab: "Mungkin yang besar itu, lalu ayahnya berkata tidak mungkin".
Pada saat itulah Ibrahim berkata apa gunanya patung itu disembah kalau tidak mampu untuk berbuat apa-apa.
Terah atau Azar adalah ahli pembuat patung yang terbuat dari tanah liat, atau batu. Patung itu diperjualbelikan ke seluruh negeri.
"Pada waktu Ibrahim dilahirkan pada tahun 2018 SM, pembuatan dan penyembahan patung sangat meningkat," tulis Saude, Dosen Jurusan Ushuluddin STAIN Datokarama Palu dalam artikelnya yang dilansir Jurnal Hunafa berjudul "Zionisme dan Berdirinya Negara Israel".
Setelah Ibrahim beranjak dewasa, ketika dia berada di toko patung orang tuanya, Ibrahim mengambil kapak besar, lalu menghancurkan patung-patung yang ada dalam toko kecuali satu yang paling besar, lalu kapak tersebut digantungkan ke leher patung besar.
Alangkah terkejutnya orang tuanya setelah melihat patung-patung tersebut hancur, langsung bertanya kepada Ibrahim: "Siapa yang menghancurkan patung itu Ibrahim?"
Ibrahim menjawab: "Mungkin yang besar itu, lalu ayahnya berkata tidak mungkin".
Pada saat itulah Ibrahim berkata apa gunanya patung itu disembah kalau tidak mampu untuk berbuat apa-apa.