Melatih Anak Berpuasa Bukan Hal Sulit, Simak 8 Cara Ini
Lusi mahgriefie
Sabtu, 08 Februari 2025 - 09:41 WIB
Ilustrasi: ist
Bulan Ramadan sudah di depan mata. Sebagai umat Muslim tentu menyambut bahagia kedatangan Bulan Suci, di mana bisa melaksanakan puasa bersama keluarga menjadi hal berharga. Bagi orangtua yang ingin mengajarkan dan melatih puasa kepada buah hati, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.
Psikologi Islam memandang puasa Ramadan sebagai sebuah latihan spiritual yang melibatkan pengendalian diri, disiplin, dan pengembangan kesadaran diri.
Menurut Reno Diqqi Alghzali, Dosen Psikologi IAIN Curup Bengkulu pada laman resmi IAIN Curup, puasa Ramadan memberikan kesempatan bagi individu untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga stabilitas emosi, meningkatkan kesadaran diri, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Dalam konteks psikologi Islam, puasa Ramadan dapat dianggap sebagai bentuk terapi psikologis yang membantu individu mencapai keseimbangan dan kesejahteraan psikologis. Jadi alangkah lebih baik hal ini diajarkan sejak dini, yakni di usia anak-anak.
Mengutip situs Nahdlatul Ulama, anak-anak perlu diajari mencintai bulan Ramadan sebab dengan mencintai Bulan Suci umat Islam itu, mereka akan merasa senang menjalankan aktivitas di bulan Ramadan, termasuk berbuka dan sahur.
"Kalau sudah suka ikut berbuka, misalnya, anak-anak akan bersemangat untuk ikut berpuasa," kata Ketua Yayasan Masjid Jami’ Al-Baitul Amien, H. Muhammad Hasin.
Menurut Hasin, jika sejak dini, anak-anak sudah mencintai Ramadan, maka ia akan selalu merasa rindu datangnya Ramadan. “Kalau sudah rindu, tanpa disuruh ia akan berpuasa,” jelasnya.
Psikologi Islam memandang puasa Ramadan sebagai sebuah latihan spiritual yang melibatkan pengendalian diri, disiplin, dan pengembangan kesadaran diri.
Menurut Reno Diqqi Alghzali, Dosen Psikologi IAIN Curup Bengkulu pada laman resmi IAIN Curup, puasa Ramadan memberikan kesempatan bagi individu untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga stabilitas emosi, meningkatkan kesadaran diri, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Dalam konteks psikologi Islam, puasa Ramadan dapat dianggap sebagai bentuk terapi psikologis yang membantu individu mencapai keseimbangan dan kesejahteraan psikologis. Jadi alangkah lebih baik hal ini diajarkan sejak dini, yakni di usia anak-anak.
Mengutip situs Nahdlatul Ulama, anak-anak perlu diajari mencintai bulan Ramadan sebab dengan mencintai Bulan Suci umat Islam itu, mereka akan merasa senang menjalankan aktivitas di bulan Ramadan, termasuk berbuka dan sahur.
"Kalau sudah suka ikut berbuka, misalnya, anak-anak akan bersemangat untuk ikut berpuasa," kata Ketua Yayasan Masjid Jami’ Al-Baitul Amien, H. Muhammad Hasin.
Menurut Hasin, jika sejak dini, anak-anak sudah mencintai Ramadan, maka ia akan selalu merasa rindu datangnya Ramadan. “Kalau sudah rindu, tanpa disuruh ia akan berpuasa,” jelasnya.