LANGIT7.ID-, Jakarta - - Bulan Ramadan sudah di depan mata. Sebagai umat Muslim tentu menyambut bahagia kedatangan Bulan Suci, di mana bisa melaksanakan puasa bersama keluarga menjadi hal berharga. Bagi orangtua yang ingin mengajarkan dan melatih puasa kepada buah hati, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.
Psikologi Islam memandang puasa Ramadan sebagai sebuah latihan spiritual yang melibatkan pengendalian diri, disiplin, dan pengembangan kesadaran diri.
Menurut Reno Diqqi Alghzali, Dosen Psikologi IAIN Curup Bengkulu pada laman resmi IAIN Curup, puasa Ramadan memberikan kesempatan bagi individu untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga stabilitas emosi, meningkatkan kesadaran diri, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Dalam konteks psikologi Islam, puasa Ramadan dapat dianggap sebagai bentuk terapi psikologis yang membantu individu mencapai keseimbangan dan kesejahteraan psikologis. Jadi alangkah lebih baik hal ini diajarkan sejak dini, yakni di usia anak-anak.
Mengutip situs Nahdlatul Ulama, anak-anak perlu diajari mencintai bulan Ramadan sebab dengan mencintai Bulan Suci umat Islam itu, mereka akan merasa senang menjalankan aktivitas di bulan Ramadan, termasuk berbuka dan sahur.
"Kalau sudah suka ikut berbuka, misalnya, anak-anak akan bersemangat untuk ikut berpuasa," kata Ketua Yayasan Masjid Jami’ Al-Baitul Amien, H. Muhammad Hasin.
Menurut Hasin, jika sejak dini, anak-anak sudah mencintai Ramadan, maka ia akan selalu merasa rindu datangnya Ramadan. “Kalau sudah rindu, tanpa disuruh ia akan berpuasa,” jelasnya.
Namun perlu diingat, masing-masing anak memiliki kesiapan yang bervariasi tergantung usia dan keadaan fisiknya.
Cara melatih anak berpuasa:1. Memberi pemahaman mengenai Rukun IslamDari Abu Abdirrahman bin Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
'Islam dibangun di atas lima perkara, yaitu: Syahadat bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, membayar zakat, puasa Ramadan, dan berhaji ke Baitullah al Haram'."
Dengan memahami dan mengamalkan Rukun Islam, melatih anak berpuasa akan lebih mudah dilakukan.
2. Memberitahu tentang keutamaan puasaCara melatih anak puasa sejak dini agar kelak ia terbiasa, dapat dicoba dengan menjelaskan tentang keutamaan berpuasa yang terdapat dalam Al-Quran.
Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 183:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa”.
Orang yang berpuasa juga melatih dirinya untuk semakin dekat dengan Allah dan mendapatkan pahala dari-Nya.
3. Berlatih puasa secara bertahapParents bisa mulai melatih Si Kecil berpuasa 3–4 jam saat pertama kali anak akan berpuasa. Saat akan sudah cukup siap, latih anak untuk menjalankan puasa hingga sore.
Beri kelonggaran bila pada jam yang sudah ditentukan ia merasa lapar atau haus. Kemudian, lanjutkan lagi hingga waktu berbuka. Dengan memulainya secara bertahap, Si Kecil pun akan lebih siap.
4. Menyediakan makanan berbuka favorit anakAnak pasti akan senang bila mama menyediakan makanan favoritnya atau makanan sesuai permintaannya. Tidak perlu banyak atau makanan yang mahal, setidaknya anak merasa senang dengan sajian di waktu berbuka puasa.
Disarankan untuk bertanya pada buah hati tentang menu makanan kesukaan mereka selama sahur dan berbuka. Biarkanlah hal ini menjadi salah satu sumber semangat Si Kecil untuk menjalankan ibadah puasa sejak dini.
5. Berikan contoh yang baikAnak adalah peniru ulung orangtuanya. Dalam studi di Journal of Demography disebutkan bahwa kegiatan yang dilakukan orangtua bersama anak di rumah (parental investment) berpengaruh signifikan terhadap perkembangan anak.
Itulah mengapa sebagian besar anak akan meniru perilaku yang dilakukan orangtua dalam kesehariannya. Termasuk saat berpuasa.
Karena itu, cara melatih anak puasa sejak dini yang penting untuk dilakukan adalah dengan orang tua memberikan teladan yang baik.
6. Memberitahu tentang apa saja larangan dalam berpuasaMenjelaskan tentang larangan berpuasa sesuai dengan pemahaman si kecil juga bisa menjadi salah satu cara melatih anak puasa sejak dini yang efektif. Adapun larangan saat berpuasa yang tidak boleh dilakukan, yaitu:
- Muntah dengan sengaja.
- Tidak mengendalikan hawa nafsu.
- Makan dan minum dengan sengaja.
- Memasukkan suatu benda ke organ dalam dengan sengaja.
- Menelan dahak.
- Berenang.
- Berbuat maksiat.
- Merokok.
- Haid atau nifas.
7. Mengapresiasi usaha anakJangan lupa untuk mengapresiasi usaha si kecil yang telah menjalani puasa. Penghargaan ini juga bisa memberi semangat dan keyakinan padanya, sehingga ia dapat melewatinya dengan baik.
Bentuk apresiasi bisa berikan berupa kalimat pujian sederhana atau pun memberikan mereka hadiah. Memberikan apresiasi juga dapat mendorong perilaku baik pada anak.
8. Jangan terlalu memaksaCara melatih anak puasa sejak dini lainnya yang perlu diperhatikan orangtua yakni jangan terlalu memaksa. Sebab dengan memaksa anak untuk berpuasa bisa membuat mereka merasa terbebani dan negatif terhadap pengalaman berpuasa.
Namun, dengan memberikan mereka pilihan dan dukungan, anak lebih mungkin mengalami proses tersebut dengan positif dan merasa memiliki kontrol atas keputusannya sendiri. Pendekatan yang lebih lembut dan terbuka dapat membantu membangun hubungan yang positif dengan agama dan spiritualitas.
(lsi)