LANGIT7.ID-Dalam keheningan malam-malam ganjil di penghujung Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia terjaga dalam penantian yang penuh khidmat. Mereka tidak sedang mengejar fatamorgana, melainkan berpijak pada fondasi teks suci yang menjanjikan sebuah anugerah yang sulit dinalar oleh logika matematis biasa. Lailatul Qadar, atau malam kemuliaan, diposisikan oleh Al-Quran dan hadits nabawiyah sebagai puncak dari segala keberkahan temporal yang pernah diturunkan ke muka bumi.
Memahami tingginya kedudukan Lailatul Qadar menuntut kita untuk menanggalkan kacamata duniawi sejenak.
Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid dalam kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam Fii Ramadhan menekankan bahwa cukuplah kemuliaan malam ini divalidasi oleh fakta bahwa ia lebih baik daripada seribu bulan.
Angka seribu dalam tradisi linguistik Arab sering kali merujuk pada jumlah yang tak terhingga atau puncak kemuliaan, namun secara tekstual, ia merujuk pada rentang waktu delapan puluh tiga tahun lebih kehidupan manusia.
Allah Azza wa Jalla memberikan pernyataan tegas dalam surat Al-Qadar ayat 1-5:
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِSesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar, tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala urusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar.Interpretasi atas ayat tersebut menunjukkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam distribusi rahmat besar-besaran. Turunnya para malaikat bersama Jibril ke bumi menandakan adanya koneksi yang sangat intens antara alam malakut dan alam syahadah. Malam itu menjadi zona damai total, sebuah fase di mana keamanan dan keselamatan menyelimuti jiwa manusia hingga cahaya fajar menyapa.
Namun, dimensi Lailatul Qadar tidak berhenti pada aspek kedamaian batin semata. Dalam surat Ad-Dukhan ayat tiga hingga enam, malam ini disebut sebagai lailatin mubarakah atau malam yang diberkahi. Di sinilah letak urgensi administratif bagi setiap mukmin: pada malam tersebut dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍPada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.Syaikh Salim Al-Hilaaly dalam edisi Indonesia yang diterbitkan Pustaka Al-Haura menjelaskan bahwa malam ini adalah momentum penentuan takdir tahunan. Segala urusan besar dari sisi Allah diputuskan dan diturunkan kepada para malaikat untuk dijalankan. Maka, beribadah pada malam tersebut bukan sekadar mengumpulkan pahala, melainkan sebuah ikhtiar spiritual untuk berada dalam kondisi ketaatan terbaik saat takdir sedang diputuskan.
Ulama dunia sering menggambarkan Lailatul Qadar sebagai oase bagi umur manusia yang pendek. Umat Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam diberikan hadiah ini agar mereka mampu melampaui kualitas ibadah umat-umat terdahulu yang memiliki umur hingga ratusan tahun. Dengan satu malam yang berkualitas, seorang hamba seolah-olah telah mengabdi selama seumur hidupnya dengan pengabdian yang sempurna.
Hadits-hadits nabawiyah yang sahih memperkuat narasi qur’aniyah ini dengan mengajak setiap Muslim untuk mencari malam tersebut dengan penuh iman dan ihtisab (mengharap pahala). Rasulullah tidak hanya memberikan informasi mengenai kemuliaannya, tetapi juga memberikan keteladanan dengan mempererat ikat pinggang dan menjauhi tempat tidur pada sepuluh hari terakhir.
Sebagai kesimpulan, keutamaan Lailatul Qadar adalah sebuah keniscayaan yang didukung oleh teks primer Islam. Ia adalah malam turunnya kitab panduan hidup, malam turunnya malaikat pembawa rahmat, dan malam keputusan segala urusan. Bagi seorang mukmin, memahami ayat-ayat dan hadits ini adalah langkah awal untuk menumbuhkan kerinduan spiritual yang mendalam, mendorongnya untuk tidak membiarkan satu detik pun berlalu tanpa zikir dan sujud di malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.
(mif)