home masjid

Gus Muwafiq: NU Konsisten dengan Islam Nusantara Meski Dituding Aneh Aneh

Ahad, 09 Februari 2025 - 08:56 WIB
Gus Muwafiq: NU Konsisten dengan Islam Nusantara Meski Dituding Aneh Aneh
LANGIT7.ID-Bekasi;Pendekatan Islam Nusantara yang menghargai keberagaman terbukti mampu menjaga persatuan bangsa. Demikian diungkapkan KH Ahmad Muwafiq dalam ceramahnya pada Peringatan Hari Lahir NU ke-102 Tingkat MWC NU Kecamatan Cikarang Barat di Masjid Baitul Makmur, Perum. Telaga Sakinah, Telaga Murni, CIkarang Barat.

Peringatan Harlah NU ke 102 ini, benar benar luar biasa. Acara yang diketuai H.Ramat Hidayat ini berhasil menghadirkan ribuan nahdhiyin dari berbagai wilayah Bekasi. Jamaah yang hadir hingga tumpah ruah memenuhi halaman Masjid Baitul Makmur yang luas. Selain para pimpinan NU tingkat cabang dan ranting dan fatayat yang hadir, ada Camat, ada dari Polres, ada dari Dandim, ada kepala desa, para tokoh masyarakat dan Pj Bupati Bekasi juga hadir diwakili Kepala Dinas Sosial, Drs H.Hasan Basri,MM.

Menurut Gus Muwafiq, pimpinan Ponpes Minggir, Sleman ini, "Nahdlatul Ulama konsisten dengan Islam Nusantara. Ketika ada yang mengintimidasi dengan tuduhan musyrik, beda kenduri diintimidasi bid'ah, baru pegang ayam berkokok itu sudah dianggap beda, NU tetap melawan semua intimidasi."

Gus Muwafiq memaparkan bahwa konsep rakyat dalam Islam Nusantara berbeda dengan konsep people atau proletar. "Kita ini rakyat, bukan people. Kalau people itu vox populi, vox dei - suara mayoritas dianggap suara Tuhan. Itulah kenapa Ikhwanul Muslimin dan HTI tidak cocok di negeri ini. Kita juga bukan komunis, karena komunis itu proletar, begitu dia kuat jadi diktator proletariat," jelasnya.

Menurutnya, konsep rakyat dalam Islam Nusantara berasal dari kata ro'iyah dalam hadits Rasulullah. "Kullukum ra'in wa kullukum mas'ulun 'an ra'iyyatihi - setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinanmu. Maka orang Indonesia dipersatukan dalam konsep ro'iyah yang diserap ke bahasa Indonesia menjadi rakyat," paparnya.

Fleksibilitas Islam Nusantara, lanjutnya, tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. "Orang Indonesia itu pengertian. Pinjam Honda dikasih Yamaha tidak marah, beli Sanyo keluarnya National sama Shimizu tidak marah, beli Aqua keluarnya Le Minerale tidak marah. Bahkan bulan Ramadhan hari lebaran di supermarket makanan kongwuan, begitu dibuka isinya rendang, tidak marah," ujarnya.

Gus Muwafiq juga menjelaskan bagaimana proses penanaman nilai-nilai Islam di Nusantara dilakukan dengan penuh kebijaksanaan. "Proses penanaman itu sampai hari ini masih bisa kita rasakan. Tapi kita menanam di tanah orang - tanah Pajajaran, tanah Majapahit. Agamanya yang dihadapi juga beda. Sebagai kiai di Indonesia itu lebih rumit daripada kiai di Arab," jelasnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya