Santri Harus Melek Digital untuk Sebarkan Islam Rahmatan Lil-Alamin
Muhajirin
Rabu, 22 September 2021 - 19:54 WIB
ilustrasi santri melek digital (foto: langit7.id/istock)
Dewasa ini dinding maya dipenuhi literasi tak mendidik. Pengguna media sosial kerap merasa bebas untuk mengekspresikan apa saja, seakan bebas tanpa batas. Maka santri harus mengisi literasi digital untuk menyebarkan wajah Islam yang rahmatan lil-alamin.
Literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital seperti alat komunikasi, jaringan internet, dan lain sebagainya. Santri harus melek digital atau memiliki kompetensi digital untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan. Literasi digital sangat penting dipelajari di era digitalisasi saat ini.
Pencerdasan literasi digital merupakan kerja besar. Ada beberapa skill-skill kecakapan digital yang perlu dipelajari oleh paraantri, dari yang paling dasar seperti kecakapan penggunaan handphone dengan tahu cara berkomunikasi, berkolaborasi, berinteraksi, transaksi, dan mencari informasi melalui internet serta menggunakan aplikasi.
Kecakapan level menengah seperti kemampuan menciptakan konten, bias membuat produk-produk artefak digital, membuat video, audio, dan lain sebagainya. Level teratas, kemampuan menggunakan big data, artificial intelligence, dan virtual reality.
Dosen Komunikasi Digital Universitas Trunojoyo, Ahmad Cholil, mengatakan, santri memiliki pemahaman keagamaan yang toleran, maka harus hadir dalam mengisi ruang digital. Maka penting seorang santri meningkatkan kapasitas literasi digital meliputi digital skill, digital culture, digital ethic, dan digital safety.
Teknologi telah mengubah pola interaksi, perilaku, pemikiran, dan komunikasi dalam masyarakat. Kebiasaan baru tersebut harus berada dalam konteks ke-Indonesiaan sesuai nilai dan norma yang berlaku.
Menurutnya teknologi telah mengubah pola interaksi, perilaku, pemikiran, dan komunikasi dalam masyarakat. Kebiasaan baru tersebut harus tetap berada dalam konteks keindonesiaan sesuai nilai dan norma yang berlaku.
Literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital seperti alat komunikasi, jaringan internet, dan lain sebagainya. Santri harus melek digital atau memiliki kompetensi digital untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan. Literasi digital sangat penting dipelajari di era digitalisasi saat ini.
Pencerdasan literasi digital merupakan kerja besar. Ada beberapa skill-skill kecakapan digital yang perlu dipelajari oleh paraantri, dari yang paling dasar seperti kecakapan penggunaan handphone dengan tahu cara berkomunikasi, berkolaborasi, berinteraksi, transaksi, dan mencari informasi melalui internet serta menggunakan aplikasi.
Kecakapan level menengah seperti kemampuan menciptakan konten, bias membuat produk-produk artefak digital, membuat video, audio, dan lain sebagainya. Level teratas, kemampuan menggunakan big data, artificial intelligence, dan virtual reality.
Dosen Komunikasi Digital Universitas Trunojoyo, Ahmad Cholil, mengatakan, santri memiliki pemahaman keagamaan yang toleran, maka harus hadir dalam mengisi ruang digital. Maka penting seorang santri meningkatkan kapasitas literasi digital meliputi digital skill, digital culture, digital ethic, dan digital safety.
Teknologi telah mengubah pola interaksi, perilaku, pemikiran, dan komunikasi dalam masyarakat. Kebiasaan baru tersebut harus berada dalam konteks ke-Indonesiaan sesuai nilai dan norma yang berlaku.
Menurutnya teknologi telah mengubah pola interaksi, perilaku, pemikiran, dan komunikasi dalam masyarakat. Kebiasaan baru tersebut harus tetap berada dalam konteks keindonesiaan sesuai nilai dan norma yang berlaku.