Jumpa Asosiasi UMKM, Menkop UKM Tampung Aspirasi Pelaku Usaha
Mahmuda attar hussein
Kamis, 23 September 2021 - 16:25 WIB
Menkop UKM, Teten Masduki saat jumpa pelaku usaha UMKM. Foto: instagram tetenmasduki
Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) melakukan pertemuan dan dialog kepada Asosiasi dan Paguyuban Pedagang Indonesia. Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari audiensi Asosiasi Paguyuban dan Pedagang Indonesia dengan Presiden Joko Widodo pada Rabu pekan lalu, (15/9).
Pertemuan dan dialog tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi tuntutan para pelaku UMKM. Serta menjadikan pelaku UMKM tetap mampu bertahan di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini.
Menkop UKM, Teten Masduki mengatakan, UMKM harus bertahan, bangkit, dan tumbuh walaupun di tengah tantangan pandemi Covid-19. Sebab, UMKM berperan penting sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia, mengingat 99 persen masyarakat Indonesia adalah pelaku UMKM.
“Banyak masukan dari teman-teman asosiasi, seperti pelonggaran usaha dengan mengikuti level PPKM, membutuhkan tambahan modal, kemudahan untuk akses pembiayaan, legalisasi, pengurusan NIB di OSS, digitalisasi, supply bahan baku, dan lainnya,” ujar Teten dalam keterangan tertulis,Kamis (23/9).
Baca juga:Gaya Hidup Islami Hidupkan Peluang Industri Baru Indonesia
Menurutnya, dialog dengan para asosiasi UMKM ini sangat baik untuk dilakukan. Pasalnya, di masa PPKM, pemerintah harus bisa memahami masalah yang dihadapi oleh pelaku UMKM.
Terlebih, di tengah pandemi ini terjadi kelesuan pada sektor ekonomi, yang secara tidak langsung berimbas kepada pelaku UMKM sebagai penggerak. Untuk itu, pihaknya akan berupaya memenuhi tuntutan yang diharapkan oleh asosiasi UMKM.
Pertemuan dan dialog tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi tuntutan para pelaku UMKM. Serta menjadikan pelaku UMKM tetap mampu bertahan di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini.
Menkop UKM, Teten Masduki mengatakan, UMKM harus bertahan, bangkit, dan tumbuh walaupun di tengah tantangan pandemi Covid-19. Sebab, UMKM berperan penting sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia, mengingat 99 persen masyarakat Indonesia adalah pelaku UMKM.
“Banyak masukan dari teman-teman asosiasi, seperti pelonggaran usaha dengan mengikuti level PPKM, membutuhkan tambahan modal, kemudahan untuk akses pembiayaan, legalisasi, pengurusan NIB di OSS, digitalisasi, supply bahan baku, dan lainnya,” ujar Teten dalam keterangan tertulis,Kamis (23/9).
Baca juga:Gaya Hidup Islami Hidupkan Peluang Industri Baru Indonesia
Menurutnya, dialog dengan para asosiasi UMKM ini sangat baik untuk dilakukan. Pasalnya, di masa PPKM, pemerintah harus bisa memahami masalah yang dihadapi oleh pelaku UMKM.
Terlebih, di tengah pandemi ini terjadi kelesuan pada sektor ekonomi, yang secara tidak langsung berimbas kepada pelaku UMKM sebagai penggerak. Untuk itu, pihaknya akan berupaya memenuhi tuntutan yang diharapkan oleh asosiasi UMKM.