LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) melakukan pertemuan dan dialog kepada Asosiasi dan Paguyuban Pedagang Indonesia. Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari audiensi Asosiasi Paguyuban dan Pedagang Indonesia dengan Presiden Joko Widodo pada Rabu pekan lalu, (15/9).
Pertemuan dan dialog tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi tuntutan para pelaku UMKM. Serta menjadikan pelaku UMKM tetap mampu bertahan di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini.
Menkop UKM, Teten Masduki mengatakan, UMKM harus bertahan, bangkit, dan tumbuh walaupun di tengah tantangan pandemi Covid-19. Sebab, UMKM berperan penting sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia, mengingat 99 persen masyarakat Indonesia adalah pelaku UMKM.
“Banyak masukan dari teman-teman asosiasi, seperti pelonggaran usaha dengan mengikuti level PPKM, membutuhkan tambahan modal, kemudahan untuk akses pembiayaan, legalisasi, pengurusan NIB di OSS, digitalisasi, supply bahan baku, dan lainnya,” ujar Teten dalam keterangan tertulis, Kamis (23/9).
Baca juga: Gaya Hidup Islami Hidupkan Peluang Industri Baru IndonesiaMenurutnya, dialog dengan para asosiasi UMKM ini sangat baik untuk dilakukan. Pasalnya, di masa PPKM, pemerintah harus bisa memahami masalah yang dihadapi oleh pelaku UMKM.
Terlebih, di tengah pandemi ini terjadi kelesuan pada sektor ekonomi, yang secara tidak langsung berimbas kepada pelaku UMKM sebagai penggerak. Untuk itu, pihaknya akan berupaya memenuhi tuntutan yang diharapkan oleh asosiasi UMKM.
"UMKM tidak bisa menunda ekspansi bisnis, mereka dinamisator, penggerak ekonomi ketika sulit. Oleh karena itu, tuntutan mereka supaya tetap dapat menggerakkan ekonomi, akses pembiayaan, akses pasar, dan pendampingan, layak kita penuhi. Kalau tidak, ekonomi kita bisa melemah,” katanya.
Baca juga: YLKI Sebut Pelaku Usaha di Indonesia Belum Ambil Peluang Besar Produk HalalDari hasil pertemuan ini, pihaknya akan menindak-lanjuti permintaan asosiasi UMKM dan akan menyinergikannya dengan Kementerian/Lembaga terkait.
Sementara itu, diwaktu yang sama Ketua Asosiasi Paguyuban Pengusaha Warteg dan Pedagang Kaki Lima Jakarta dan sekitarnya, Puji Hartoyo mengatakan, pihaknya akan bersinergi dengan pemerintah dalam melakukan pendampingan untuk para UMKM khususnya pelaku Warteg dan PKL dengan memberikan pelatihan digitalisasi.
“Kami sudah melakukan berbagai pendampingan dan pelatihan, salah satunya dengan Grab. Dari sini diharapkan kami bisa masuk ke dalam LKPP Karena target dari presiden 40 persen pengadaan barang dan jasa pemerintah untuk UMKM,” tambah Hartoyo.
(zul)