Kunyah Makanan 36 Kali untuk Menghindari Usus Buntu
Fajar adhitya
Selasa, 18 Februari 2025 - 06:06 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta;Tidak mengunyah makanan dengan baik dapat menimbulkan risiko terjadinya usus buntu. Ada beberapa faktor terjadinya usus buntu, salah satunya feses yang keras.
"Feses keras dapat terjadi karena kita tidak mengunyah makanan dengan baik sebanyak 36 kali kunyahan," ujar Dokter spesialis bedah digestif Dr. dr. Made Agus Dwianthara Sueta, Sp.B., Subsp BD(K).
Apabila seseorang jarang mengunyah dengan baik, lanjut Agus, maka lambung akan bekerja lebih berat dari yang seharusnya.
Karena itu, satu hingga 0,5 persen makanan yang masuk bisa saja tidak terproses di lambung. Kemudian, makanan yang tidak terproses tersebut akan masuk ke usus halus dan berputar di sana.
Kendati demikian, meskipun sudah mengunyah dengan baik, Bagus mengatakan feses mengeras pun masih mungkin terjadi. Sebab, enzim yang bekerja di sistem pencernaan juga belum tentu dapat bekerja 100 persen.
“Sehingga kemungkinan besar, usia-usia yang sering terjadi usus buntu adalah usia dewasa yang produktif. Tapi bukan berarti anak kecil dan lanjut usia tidak bisa terkena, semua bisa,” kata Agus.
Feses yang keras, akan memasuki dan menyumbat usus buntu. Akibatnya, cairan yang diproduksi oleh usus buntu tidak dapat keluar karena tersumbat yang menyebabkan usus buntu akan membesar dan meradang.
"Feses keras dapat terjadi karena kita tidak mengunyah makanan dengan baik sebanyak 36 kali kunyahan," ujar Dokter spesialis bedah digestif Dr. dr. Made Agus Dwianthara Sueta, Sp.B., Subsp BD(K).
Apabila seseorang jarang mengunyah dengan baik, lanjut Agus, maka lambung akan bekerja lebih berat dari yang seharusnya.
Karena itu, satu hingga 0,5 persen makanan yang masuk bisa saja tidak terproses di lambung. Kemudian, makanan yang tidak terproses tersebut akan masuk ke usus halus dan berputar di sana.
Kendati demikian, meskipun sudah mengunyah dengan baik, Bagus mengatakan feses mengeras pun masih mungkin terjadi. Sebab, enzim yang bekerja di sistem pencernaan juga belum tentu dapat bekerja 100 persen.
“Sehingga kemungkinan besar, usia-usia yang sering terjadi usus buntu adalah usia dewasa yang produktif. Tapi bukan berarti anak kecil dan lanjut usia tidak bisa terkena, semua bisa,” kata Agus.
Feses yang keras, akan memasuki dan menyumbat usus buntu. Akibatnya, cairan yang diproduksi oleh usus buntu tidak dapat keluar karena tersumbat yang menyebabkan usus buntu akan membesar dan meradang.