RMI PBNU Gandeng Amazon Ajarkan Santri Mahir Cloud Computing
Ahmad jilul qurani farid
Senin, 12 Juli 2021 - 17:25 WIB
ilustrasi Muslim dan Muslimah mengoperasikan program di komputer (foto: Langit.id/istock)
Menyambut era digital, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Badan Otonom dari Nahdlatul Ulama yang mengurusi pesantren se-Indonesia berkeinginan melahirkan para santri yang mahir teknologi komputasi awan atau cloud computing. Salah satu komputasi awan yang digunakan yakni dari Amazon Web Service (AWS).
Melansir ANTARA, Ketua RMI PBNU KH Abdul Ghaffar Rozin mengatakan para santri akan diikutkaan kompetisi yangbertujuan untuk mencari santri yang paling mampu beradaptasi dan berinovasi dengan teknologi untuk menghadapi tantangan perubahan zaman saat ini.
"Menjadi santri yang pandai mengaji itu biasa dan keharusan, tapi menjadi santri yang ahli dalam teknologi akan memberikan nilai tambah bagi santri dalam merespons tantangan global ini," ujar Rozin dalam rapat virtual di Jakarta, Minggu (11/7/2021).
Menurut Ulama yang akrab disapa Gus Rozin, pesantren harus beradaptasi dan mengambil berbagai inovasi dalam pengembangan teknologi agar bisa bersaing di kancah global.
Para santri, nantinya akan berkompetisi untuk menjadi yang terbaik dalam mengoperasikan cloud computing melalui Amazon Web Service (AWS). Sebelum mengikuti Kompetisi Santri 4.0 dengan tema “Dari Santri untuk Pesantren dan Umat Islam” tersebut, RMI bersama AWS Indonesia terlebih dahulu membekali para peserta dengan pelatihan keterampilan-keterampilan baru yang dibutuhkan melalui program pelatihan 'Laptop for Builders'.
Rozin berharap kompetisi itu mampu mengasah kemampuan para santri dalam pemanfaatan teknologi untuk mengembangkan berbagai proyek strategis pesantren dan umat Islam.
"Harapannya dari kompetisi ini santri dapat membuat aplikasi atau sistem yang nantinya berguna bagi dunia pesantren dan umat Islam," ujar Rozin.
Melansir ANTARA, Ketua RMI PBNU KH Abdul Ghaffar Rozin mengatakan para santri akan diikutkaan kompetisi yangbertujuan untuk mencari santri yang paling mampu beradaptasi dan berinovasi dengan teknologi untuk menghadapi tantangan perubahan zaman saat ini.
"Menjadi santri yang pandai mengaji itu biasa dan keharusan, tapi menjadi santri yang ahli dalam teknologi akan memberikan nilai tambah bagi santri dalam merespons tantangan global ini," ujar Rozin dalam rapat virtual di Jakarta, Minggu (11/7/2021).
Menurut Ulama yang akrab disapa Gus Rozin, pesantren harus beradaptasi dan mengambil berbagai inovasi dalam pengembangan teknologi agar bisa bersaing di kancah global.
Para santri, nantinya akan berkompetisi untuk menjadi yang terbaik dalam mengoperasikan cloud computing melalui Amazon Web Service (AWS). Sebelum mengikuti Kompetisi Santri 4.0 dengan tema “Dari Santri untuk Pesantren dan Umat Islam” tersebut, RMI bersama AWS Indonesia terlebih dahulu membekali para peserta dengan pelatihan keterampilan-keterampilan baru yang dibutuhkan melalui program pelatihan 'Laptop for Builders'.
Rozin berharap kompetisi itu mampu mengasah kemampuan para santri dalam pemanfaatan teknologi untuk mengembangkan berbagai proyek strategis pesantren dan umat Islam.
"Harapannya dari kompetisi ini santri dapat membuat aplikasi atau sistem yang nantinya berguna bagi dunia pesantren dan umat Islam," ujar Rozin.