Pengasuh Pesantren Al-Husna Kajen, Kabupaten Pati, KH Ahmad Nadhif Abdul Mujib atau akrab disapa Gus Nadhif mengungkapkan, para peneliti dari Jerman sangat terkesan dengan sistem pendidikan pondok pesantren di Indonesia.
Lembaga pendidikan agama seperti pesantren tidak hanya sekadar memberi pelajaran agama saja. Melainkan para santri juga dituntut visioner, artinya harus memahami permasalahan umat kedepannya.
Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin, menginginkan ilmu ekonomi dan keuangan syariah masuk ke kurikulum pondok pesantren. Dia menyampaikan itu saat membuka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-9 tahun 2022.
Pondok Pesantren bekontribusi tidak hanya mendidik para santri, tapi juga mendidik masyarakat yang Islami. Berikut penjelasan sistem pendidikan di Pesantren
Salah satu rahasia Gontor bisa mencetak banyak alumni berpengaruh adalah karena kurikulumnya. Kurikulum di Gontor menggunakan kurikulum Kulliyatul Muallimin Al-Islamiyah (KMI). Bagaimana model pembelajaranya? Apa saja yang dipelajari? Simak artikel berikut.
Peneliti Senior Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Dr Henri Shalahuddin, mengatakan, Pondok Modern Darussalam Gontor memiliki falsafah kuat hingga mampu bertahan hampir satu abad.
Kegiatan ini hampir diadakan di setiap sekolah mulai dari jenjang SD sampai SMA. Pesantren kilat berarti metode pendidikan pesantren dalam waktu singkat.
Dari sisi akademik, pesantren menggabungkan antara talim dengan tarbiyah. Pesantren tidak hanya fokus pada pengajaran saja, tapi juga melibatkan pendidikan.
Materi yang diajarkan meliputi kurikulum pesantren, kurikulum digital, dan entrepreneurship. Ada juga kegiatan tambahan meliputi workshop dan fieldtrip.
Pengasuh Ponpes Al Mahrusiyah Lirboyo, Kediri, KH Reza Ahmad Zahid, menyampaikan, pesantren merupakan muara intelektual yang yang selalu berpikir kritis.
Penulis buku Celoteh Santri, Kholid Mamun, menerangkan, dalam sejarah bangsa, pesantren memiliki peranan besar membangun masyarakat berbudaya dan berkeadaban.
Khazanah ilmu pengetahuan Islam di dunia pesantren sangat kaya. Literasi kebudayaan salaf ini mampu menunjukkan kiprah para ulama sebagai ahli waris para nabi.