Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Pesantren Muara Intelektual, Harus Go Internasional

Muhajirin Jum'at, 11 Maret 2022 - 13:00 WIB
Pesantren Muara Intelektual, Harus Go Internasional
Pesantren Al-Mahrusiyah, Lirboyo (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pengasuh Pondok Pesantren Al Mahrusiyah Lirboyo, Kediri, KH Reza Ahmad Zahid (Gus Reza), menyampaikan, pondok pesantren merupakan muara intelektual. Semua komponen yang ada di pondok pesantren adalah orang-orang intelektual.

"Jangan dilihat dari casing-nya saja, tetapi isinya yang harus kita resapi," kata Gus Reza dalam Sarasehan Pesantren Nasional yang digelar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, dikutip laman UINSA, Jumat (11/3/2022).

Baca juga: Pesantren, Wadah Pendidikan Ideal untuk Anak

Dia mengatakan, para kiai, ustadz, dan santri di pondok pesantren sudah memenuhi syarat dan rukun seorang intelektual. Sebab, seorang intelektual adalah orang yang selalu berpikir kritis, melakukan penelitian, peka dengan problematika sosial masyarakat dan turut mencari solusi.

"Jadi, syarat-syarat imi sudah ada dalam diri seorang santri. Santri memiliki pemikiran kritis, karena sudah terbiasa dihadapkan dengan berbagai kitab yang harus dihafal. Karena terbiasa dengan hafalan akhirnya menjadi santri yang cerdas dan kreatif," ucapnya.

Menurut Gus Reza, pondok pesantren saat ini sudah waktunya go internasional. Khazanah yang ada di pesantren harus mulai diperkenalkan di ranah internasional. Hal terpenting, ciri pesantren yang harus dibawa dari pesantren adalah akhlak atau budi pekerti.

Baca juga: Rektor UINSA: Kemandirian Adalah Nafas dan Karakter Pesantren

"Santri harus selalu dapat memberikan kedamaian di lingkungan masing-masing. Ini yang mungkin bisa diperkenalkan ke kancah internasional," kata Gus Reza.

Dia berpesan agar santri tidak membedakan antara kiai, ustadz, guru, ataupun dosen. Dikotomi terkait hal itu terkadang menjurus pada perbedaan perlakuan terhadap mereka.

"Jika dibeda-bedakan, kadangkala menjurus pada perbedaan perlakuan terhadap guru yang mengajar ilmu umum dan guru yang mengajar ilmu agama," ucap Gus Reza.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)