LANGIT7.ID, Jakarta - Khazanah ilmu pengetahuan Islam di dunia pesantren sangat kaya. Ada sekitar 200 judul kitab yang dipelajari di pesantren, menurut data yang pernah dikemukakan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Kalangan pesantren terus berupaya agar kebudayaan pesantren ini dapat eksis di tengah perubahan zaman dan globalisasi. Literasi kebudayaan salaf ini mampu menunjukkan kiprah para ulama sebagai warasatul anbiya’ (ahli waris para nabi).
Nah, berikut ini 7 kitab dasar yang diajarkan pesantren:
1. Kitab Al-JurumiyahJurumiyah merupakan satu kita dasar yang mempelajari ilmu nahwu. Setiap santri yang belajar kitab kuning, wajib belajar memahami kitab yang dikarang Syekh Sonhaji itu terlebih dahulu.
Setelah memahami kitab ini, maka kitab tingkatan selanjutnya adalah Imriti. Kitab
Nadhom Al-Imriti atau
Nazom Imriti merupakan matan Kitab Jurumiyah, kitab ilmu nahwu yang digubah menjadi bentuk nadhom/natsar/syair.
Kitab Imriti dikarang Al-Muallamah Syeikh Syarafuddien Yahya Al-Imriti. Semua santri yang pernah mondok di pondok pesantren pasti pernah mengetahui bahkan hafal kitab tersebut.
Lalu, kitab paling tinggi dari rangkaian ini adalah
Alfiyah. Alfiyah atau
Al-Khulasa al-Alfiyah merupakan buku syair tentang tata bahasa Arab dari abad ke-13. Kitab ini ditulis oleh seorang ahli bahasa Arab kelahiran Jaen, Spanyol yang bernama Ibnu Malik.
2. Kitab Amtsilah At-TashrifiyahJika nahwu adalah bapak dari kitab-kitab di pesantren, maka saraf adalah ibu. Begitu kesinambungan antara dua Jenis ilmu tersebut. Kedua ilmu tak bisa dipisahkan dari seorang santri yang hendak mempelajari kitab kuning.
Kitab
Amtsilah At-Tashrifiyah merupakan karangan ulama asal Indonesia yaitu KH Ma’sum ‘Aly dari Jombang, Jawa Timur. Kitab ini merupakan kitab dasar dalam mempelajari ilmu sharaf.
Keistimewaan kitab ini adalah susunan yang sistematis dari mulai tsulatsi mujarrad hingga seterusnya beruntun, dan Diawali dari at-tashrif al-ishtilahi hingga at-tashrif al-lughawi. Susunan yang simpel dan langsung menampilkan contoh-contoh tanpa banyak teori, sehingga kitab ini cocok dijadikan pedoman awal bagi santri dalam mempelajari ilmu sharaf.
3. Kitab Mushtholah Al-HaditsKitab
Mushtholah Al-Hadits mempelajari semua ilmu seluk-beluk ilmu hadits. Mulai dari macam-macam hadits, kriteria hadits, syarat-syarat orang yang berhak meriwayatkan hadits, dan lain sebagainya.
Kitab ini dikarang oleh Al-Qhodi abu Muhammad ar-Romahurmuzi yang mendapatkan perintah dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
4. Kitab Arbain NawawiKitab yang dikarang oleh Abu Zakariyah Muhyiddin an-Nawawi berisi 42 matan hadits. Arba’in berarti empat puluh, namun sebenarnya terdapat empat puluh dua hadits yang termuat dalam hadits ini.
Hadits-hadits tersebut berkaitan dengan pilar-pilar agama Islam baik ushul (pokok) maupun furu’ (cabang), serta hadits-hadits yang berkaitan dengan jihad, zuhud, adab, niat-niat yang baik dan semacamnya.
Hadits-hadits dalam
Arbain Nawawi merupakan landasan atau fondasi dalam agama Islam. Sebagian ulama berpendapat, ajaran Islam atau setengahnya, atau sepertiganya berlandaskan pada hadits-hadits dalam kitab ini.
5. Kitab At-Taqrib FiqhKItab ini merupakan kitab fikih ringkas milik mazhab Syafi’i yang dikarang oleh Al-Qadhi Abu Syuja. Kitab ini disebut juga
Al-Ghayah al-Ikhtishar atau
Mukhtashar Abu Syuja. Kitab ini banyak dipelajari di pondok-pondok pesantren di Indonesia, karena kebanyakan mengikuti mazhab fikih Imam Syafi’i.
Imam Al-Qhadi Abu Syuja menulis kitab ini atas permintaan para murid dan teman-temannya dengan tujuan agar orang yang belajar fikih dapat mengetahui hukum secara singkat dan mudah.
Kitab ini membahas fikih dengan sangat ringkas dan mudah dipahami. Kitab itu juga ditujukan untuk pemula dan Awam. Kitab ini terbagi menjadi beberapa bab di antaranya Kitab Thaharah, Kitab Shalat, Kitab Zakat, Kitab Puasa, Kitab Haji, Kitab Jual Beli dan Muamalat lainnya, Kitab Nikah, Kitab Jinayat, Kitab Hudud, Kitab Jihad, Kitab Perburuan dan Penyembelihan, dan lain-lain.
6. Kitab Aqidatul AwamKitab
Aqidatul Awam dikarang oleh Imam al-Allamah Ahmad bin Muhammad Ramadhan bin Manshur al-Maliki al-Marzuki al-Maliki al-Husaini al-Hasani. Ia adalah seorang mufti mazhab Maliki di Makkah.
Kitab itu membuat 57 bait. Dimulai dengan pujian kepada Allah dan Rasulullah serta para sahabat dan keluarga nabi. Kemudian, kewajiban mengetahui sifat-sifat wajib bagi Allah yang dua puluh, kewajiban mengetahui sifat-sifat mustahil, serta sifat jaiz.
Setelah itu, disebutkan sifat-sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi para rasul dan nama-nama 25 nabi. Lalu, sifat malaikat secara umum dan nama-nama malaikat yang sepuluh, nama-nama kitab yang empat, kewajiban menerima setiap apa yang disampaikan rasul, iman kepada hari kiamat. Setelah itu nama-nama keluarga nabi, Isra’ Mi’raj dan kewajiban shalat, lalu penutup.
7. Kitab Ta’limul Muta’alimSepandai apapun manusia dan sebanyak apapun ilmu yang dimiliki manusia, tidak akan akan bisa menghasilkan saripati ilmu tanpa ada akhlak. Hal dasar agar ilmu bermanfaat dan berkah adalah mengutamakan akhlak.
Kitab yang menerangkan kitab dasar mengenai akhlak ini adalah Kitab
Ta’limul Muta’alim karangan Syekh Burhanuddin Ibrahim al-Zarnuji al-Hanafi. Kitab itu merupakan salah satu kitab yang menghimpun tuntunan belajar.
(jqf)