LANGIT7.ID-, Jakarta - - Kisruh tayangan
Trans7 lewat program Xpose Uncensored yang mengangkat narasi tentang para kiai dan pondok pesantren berbuntut panjang.
Sejumlah ulama besar mulai menyatakan sikap atas konten yang dinilai mendiskreditkan kiai dan kehidupan pondok pesantren.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2010-2021,
KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa pesantren adalah al hisnul hasin atau benteng yang kokoh.
Baca juga: LPOI Kutuk Narasi Jahat Pojokkan Pesantren di Tayangan Trans7"Pesantren, semua mengakui, adalah al hisnul hasin. Benteng yang kokoh mempertahankan
nilai-nilai Islam,
akhlak Islam, dan ilmu-ilmu keislaman yang paling pokok," kata Kiai Said Aqil dalam video yang diunggah akun thread @NU.channels.
Kiai Said mengatakan keilmuan Islam, seperti kajian fiqih, tafsir, hadits, hingga ilmu kalam hanya dapat ditemui di pesantren.
Terkait tayangan Trans7, Kiai Said mengimbau semua pihak untuk berhati-hati dalam menampilkan informasi yang menyangkut
lembaga pendidikan keagamaan.
"Sebelum berkomentar soal pesantren dan ekosistemnya, seharusnya pihak yang mau menampilkan informasi dan pemberitaan harus memahami kultur pesantren secara mendalam, jangan asal-asalan, atau sentimen negatif yang diekspos tanpa
check and
re-check," ujarnya.
Lebih lanjut, anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu mengingatkan bahwa dunia pesantren merupakan benteng moral bangsa.
"Nilai-nilai seperti andap asor atau rendah hati, sopan santun, dan kedermawanan menjadi fondasi penting dalam menjaga keteraturan sosial," pungkasnya.
Baca juga: Viral Seruan Boikot Trans7, Diduga Lecehkan Pesantren dan Kiai LirboyoSebagai informasi, Trans7 telah menyampaikan permohonan maaf atas tayangan yang dinilai menyudutkan pesantren dan ekosistemnya. Trans7 menyatakan telah melakukan peninjauan dan tindakan atas “keteledoran yang kurang teliti”.
(est)