LANGIT7.ID, Jakarta - Pengasuh Pesantren Al-Husna Kajen, Kabupaten Pati, KH Ahmad Nadhif Abdul Mujib atau akrab disapa Gus Nadhif mengungkapkan, para peneliti dari Jerman sangat terkesan dengan sistem pendidikan
pondok pesantren di Indonesia.
“Para peneliti pendidikan dari Jerman sangat terkesan dengan pola pendidikan pesantren di Indonesia. Jika orang Jerman saja suka dengan pesantren, maka menjadi sebuah keanehan jika masyarakat Indonesia tidak suka dengan pesantren,” kata Gus Nadhif saat memberikan Khutbah Taaruf di Pesantren Mahasiswa Unissula, dikutip laman resmi Unissula, Jumat (20/1/2023).
Baca Juga: JK: Pesantren Tentukan Masa Depan Masyarakat dan Politik Indonesia
Pesantren sudah menjadi model pendidikan yang diterapkan ulama-ulama terdahulu. Pesantren banyak melahirkan banyak pejuang kemerdekaan, tokoh nasional, hingga ulama. Sistem pendidikan pesantren mengalami perkembangan, karena mengikuti perkembangan zaman. Di antaranya pembentukan pesantren mahasiswa.
“Meskipun karena keterbatasan tempat, sehingga mahasiswa saat ini hanya bisa menikmati pendidikan di pesantren mahasiswa Unissula selama dua bulan, namun hal itu merupakan langkah maju di dunia pendidikan tinggi. Kita apresiasi dan semoga ke depan mahasiswa Unissula bisa mendapat alokasi waktu lebih lama bisa mengenyam pendidikan di pesantren mahasiswa Unissula,” ucapnya.
Dia Menjelaskan, Indonesia dengan 17 ribu pula, 700 bahasa, dan berbagai suku bangsa sangat berpotensi untuk berkonflik dan terpecah-belah. Namun, hingga saat ini Indonesia tetap kokoh berdiri, karena kebhinekaan itu justru menjadi kekuatan besar.
Baca Juga: KH Yusron Shidqi: Alumnus Makin Berdaya Saing, Pesantren Kian Diminati
“Menjadi tugas kita bersama menjaga kedamaian dan persatuan serta terus memperlihatkan citra Islam Indonesia sebagai Islam yang ramah. Pesantren memainkan peran penting untuk mengader pemimpin-pemimpin bangsa masa depan yang
rahmatan lil-alamin,” kata Gus Nadhif.
(jqf)