LANGIT7.ID, Jakarta - Pengasuh
Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok,
KH Yusron Shidqi, menilai
alumnus pondok pesantren di Indonesia sudah mampu bersaing sampai ke tingkat internasional. Itu bisa dilihat dari perkembangan pesantren 25 tahun terakhir, baik secara kualitas maupun kuantitas.
“Alumnus pesantren mampu bersaing di level lokal, nasional, bahkan internasional. Saya berharap hal ini bisa terus dipertahankan,” kata pria yang akrab disapa Gus Yusron itu kepada
Langit7.id, Kamis (15/12/2022).
Kondisi tersebut membuat pesantren kian diminati orang tua untuk pendidikan anak mereka. Dalam 25 tahun terakhir, jumlah pesantren meningkat lebih dari 200% pesantren dan peningkatan jumlah santri mencapai 200% lebih atau sekitar dua juta santri terhitung sejak tahun 1977.
Baca Juga: Pesantren Al-Hikam, Pelopor Pesantren Khusus Mahasiswa di Indonesia
“Angka ini diprediksi akan terus bertambah, maka kita bisa katakan bahwa ke depan, pendidikan berbasis boarding akan memiliki peminat yang semakin besar,” ujar putra almarhum KH Hasyim Muzadi itu.
Gus Yusron menyebut pesantren adalah
second line model pendidikan bangsa Indonesia yang harus dijaga, diperhatikan, dan didukung seluruh elemen bangsa, khususnya pemerintah. Oleh karena itu, keberadaan Undang-Undang Pesantren harus diapresiasi oleh semua kalangan.
“UU Pesantren ini adalah bentuk pengakuan dan bukti bahwa bangsa kita mendukung terciptanya pendidikan yang berdasar pada nilai luhur agama,” ucap Gus Yusron.
Baca Juga: Gus Yusron: Pemuda Qur’ani Takut Hati dan Penglihatan Terguncang Maksiat
Dia berharap dampak dari regulasi tersebut adalah ketenangan dari setiap pihak yang terlibat bahwa pesantren memiliki dukungan sistemik yang ditopang oleh hukum negara. UU Pesantren juga bisa menjadi pemantik para alumni pesantren untuk berkiprah di tingkat nasional dan internasional.
“Dengan adanya UU pesantren, diharapkan lulusan pesantren akan lebih percaya diri di kancah nasional dan internasional untuk membuktikan bahwa Islam adalah
rahmatan lil-alamin,” ujar Gus Yusron.
Menurut Gus Yusron, pesantren memiliki peran dan kontribusi besar untuk bangsa ke depan. Ini karena pesantren menjadikan agama sebagai landasan proses belajar-mengajar. Sementara, agama menjadi kontrol bagi manusia.
Baca Juga: Keunggulan dan Tantangan Santri Saat Terjun ke Dunia Profesional
“Agama sebagai kontrol manusia, diharapkan bisa membantu ilmu pengetahuan tidak melenceng dari esensinya. Hukum harus menciptakan keadilan, ekonomi harus menciptakan kemakmuran, kedokteran harus menyehatkan, kontrol paling kuat adalah nilai luhur agama yang melarang manipulasi dan berbuat zalim,” jelas Gus Yusron.
(jqf)