LANGIT7.ID, Jakarta - Mantan Wakil Presiden RI,
Muhammad Jusuf Kalla (JK), menegaskan,
pondok pesantren memiliki peran sentral dalam memajukan masa depan masyarakat dan politik di Indonesia. Pesantren mendapat kepercayaan di tengah umat dan para politisi.
“Indonesia punya hampir 30 ribu pesantren. Kalau rata-rata pesantren memiliki seribu saja santri, artinya hampir 30 juta santri belajar di pesantren dan menentukan masa depan kita semuanya,” kata JK dalam Konferensi Internasional Pesantren se-Asia Tenggara & Grand Launching Universitas Darunnajah, Senin (7/11/2022).
Dia mencontohkan peran sentral pesantren di bidang politik. Saat mendekati pemilu, banyak politisi sowan ke pesantren untuk meminta restu. Itu menjadi salah satu indikasi pesantren memiliki posisi krusial di Tanah Air.
Baca Juga: Wapres Resmikan Universitas Darunnajah, Begini Sejarah Kampus Milik Ponpes Darunnajah
“Pesantren itu begitu pentingnya, kalau sekarang ini mendekati pemilu, para calon itu tidak mengunjungi universitas, tapi datangnya ke pesantren. Jadi, kalau kampanye, para pendukung berkumpul di lapangan. Tetapi, sebelumnya yang pidato itu sowan dulu ke Pak Kiai baru berani berbicara. Jadi di atas semua itu ada kiai dan pesantren yang menentukan,” kata JK.
Memang, politisi berkunjung ke pesantren cenderung dikesankan kurang baik. Namun, JK mengajak semua masyarakat melihat fenomena itu sebagai peluang baik. Pesantren bisa menentukan arah masa depan bangsa melalui jalur politik. Politikus terpilih pasti tidak melupakan jasa pesantren, dan minimal menyuarakan aspirasi pesantren.
“Jadi, masa depan sebenarnya ditentukan oleh pesantren, karena tanpa dukungan, tanpa doa para kiai di pesantren, orang takut untuk menjadi calon. Ini luar biasa, posisi pesantren ini di tengah masyarakat. Bukan hanya santri, orang hebat pun sowan ke pesantren,” kata JK.
JK menuturkan, indikasi-indikasi itu menggambarkan posisi dan pengaruh pesantren yang luar biasa di tengah masyarakat.
Baca Juga: Sejarah Giri Kedaton, Pesantren Sunan Giri yang Jadi Kerajaan
Di sisi lain, pesantren juga memiliki kualitas Pendidikan yang luar biasa. ditelisik dari segi sejarah dikenal pesantren salafi dan modern. Dua model sama-sama berpengaruh di tengah masyarakat. Saat ini, pesantren juga menjadi pilihan nomor satu di Tanah Air.
“Kita juga bangga bahwa apabila sekolah pesantren dikelola dengan baik, akan menjadi bahagia. Kalau kita baca laporan dari Departemen Pendidikan, sekolah yang terbaik, SMA terbaik di Indonesia, dari 20 SMA terbaik, 4 dan nomor 1 dan 3 lainnya adalah Madrasah Aliyah, MAN Insan Cendekia,” ujar JK.
Hal itu menandakan, jika lembaga pendidikan Islam diatur dengan baik, maka secara langsung meningkatkan mutu Pendidikan nasional. Memang, hasil Pendidikan pesantren tidak langsung terlihat. Butuh waktu 5-10 tahun ke depan.
“Pesantren karena Pendidikan hasilnya baru kita lihat 5-10 tahun yang akan datang. Karena itu, program, kurikulum harus dirancang untuk setidak-tidaknya 10 tahun yang akan datang, bukan masa lalu. Kata modern itu berkembang, dari tahun 30-an berbeda dengan modern tahun 2022,” ungkap JK.
Baca Juga: Pesantren Al-Hikam, Pelopor Pesantren Khusus Mahasiswa di Indonesia(jqf)